BALIEXPRES.ID - Fenomena turis asing yang menolak menggunakan helm saat dibonceng ojek online di Bali kembali menuai sorotan.
Dalam unggahan Instagram @niluhdjelantik, ia membagikan kisah nyata seorang driver yang membawa turis tanpa helm dan bahkan bersikap agresif saat diingatkan.
“Ngebut bawa turis tidak pakai helm, dikasi tahu malah agresif dan ngeyel,” tulis Niluh Djelantik.
Baca Juga: Gerah Diancam dan Diteror, Ibu di Klungkung Resmi Laporkan Tetangganya ke Polisi
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, sebab risiko kecelakaan bisa berakibat fatal.
Jika terjadi insiden, bukan hanya penumpang yang terancam, namun pengemudi juga bisa terkena tilang, izin kerja disuspend, bahkan harus menanggung biaya jika motor rusak atau penumpang terluka.
“Kalau terjadi kecelakaan dan turis luka atau kepalanya pecah bahkan mati, siapa yang menanggung? Pengemudi? Tidak kasihan motor yang baru lunas cicilannya harus digadai karena kengeyelan penumpang?” lanjut Niluh.
Di sisi lain, jika kecelakaan terjadi di depan rumah warga Bali, pemilik rumah diwajibkan menggelar upacara mecaru yang biayanya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Niluh pun mendesak Gojek dan Grab segera membenahi sistem kerja driver di Bali, serta menerapkan aturan wajib helm dan penggunaan KTP Bali serta plat DK bagi pengemudi.
Baca Juga: Persib Bandung Juara Liga 1, Dedi Mulyadi Ikut Konvoi Disambut Teriakan Ribuan Bobotoh: Bapa Aing!
“Ke Bali bawa devisa, jangan bawa bencana,” tegas Niluh Djelantik melalui akun Instagram @niluhdjelantik. Ia juga berencana bertemu pihak aplikator untuk membahas perlindungan driver dan penegakan aturan demi keselamatan bersama.
Editor : Wiwin Meliana