Pemkab Badung Akan Pinjam Dana Rp 3 Triliun untuk Atasi Macet, Cukupkah? Terungkap Angka Fantastis Kebutuhan Infrastruktur!
Putu Resa Kertawedangga• Kamis, 29 Mei 2025 | 23:44 WIB
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa.
BALIEXPRESS.ID – Sebuah rencana besar tengah digodok serius oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Demi mengatasi masalah kemacetan yang kian parah, Pemkab Badung berencana meminjam dana hingga Rp 3 triliun untuk pembangunan infrastruktur.
Namun, angka fantastis ini ternyata belum cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan mendesak di Badung!
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur adalah prioritas utama dalam masa kepemimpinannya.
Adi Arnawa mengungkapkan fakta mengejutkan: kebutuhan total infrastruktur di Badung sebenarnya mendekati Rp 10 triliun!
Namun, Pemkab Badung berencana mengajukan pinjaman di kisaran Rp 2,8 hingga Rp 3 triliun terlebih dahulu.
"Kalau mau jujur mendekati Rp 10 triliun. Tapi ini tidak mungkin kami lakukan, untuk itu harus kami lakukan secepatnya karena kami mengejar agar harga tanah tidak naik," jelas mantan Sekda Badung ini.
Skema Pinjaman dan Cara Pengembalian yang Unik
Beberapa skema pinjaman sedang dipertimbangkan, termasuk melalui BPD Bali atau PT SMI.
Meskipun BPD Bali menjadi opsi yang paling memungkinkan saat ini, pintu kerja sama dengan pihak lain tetap terbuka lebar.
Lalu, bagaimana Badung akan mengembalikan pinjaman triliunan rupiah ini?
Bupati asal Pecatu tersebut menjelaskan bahwa pengembalian akan dilakukan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, ada kemungkinan pembayaran pinjaman juga akan memanfaatkan deviden dari BPD Bali.
"Rencana kami akan tambah penyertaan modal setiap tahun untuk mengejar Rp 1,8 triliun. Seiring dengan menambah penyertaan modal di BPD Bali tentu deviden akan naik dan itu bisa kita arahkan untuk membayarkan hutang," pungkasnya, menunjukkan strategi inovatif Pemkab Badung.
Rencana ini tentu menimbulkan pertanyaan besar: Akankah pinjaman Rp 3 triliun ini cukup efektif mengatasi kemacetan dan kebutuhan infrastruktur Badung yang jauh lebih besar? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. ***