Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral Perbaikan Jalan di Gianyar, Desa Adat Sebali Bantah Secara Swadaya; Itu Sisa Proyek Pengecoran

Wiwin Meliana • Kamis, 5 Juni 2025 | 15:47 WIB

Prajuru Desa Adat Sebali klarifikasi viralnya perbaikan jalan di Gianyar
Prajuru Desa Adat Sebali klarifikasi viralnya perbaikan jalan di Gianyar

BALIEXPRESS.ID-Video perbaikan jalan rusak yang dinarasikan sebagai upaya gotong royong dan swadaya warga di Desa Adat Sebali, Kecamatan Tegallalang, Gianyar sempat viral di media sosial.

Baca Juga: Dikenal Romantis, Pelaku Sempat Rayakan Ultah Istri Sebelum Rekayasa Pembunuhan

Perbaikan jalan ini dilakukan oleh Pecalang Br. Bangkiang Sidem, Pecalang Br. Sebali, dan Prajuru Desa Adat Sebali bersama masyarakat setempat pada Minggu (1/06/2025).

Sempat dinarasikan sebagai bentuk kekecewaan warga lantaran lambannya respons pemerintah terhadap perbaikan jalan rusak, kini prajuru desa adar Sebali buka suara.

Dalam video yang beredar di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun @infodenpasarterkini.id.

Baca Juga: Pura-Pura Menangis Disamping Jasad Istri, Wadison Pasaribu Ternyata Pelaku Pembunuhan Sang Istri

Dalam video klarifikasinya, Jro Bendesa Adat Sebali, I Ketut Mulia menegaskan bahwa video yang bernarasikan bahwa perbaikan jalan dilakukan secara swadaya tidaklah benar.

“Terkait dengan postinga di GlOBAL Dewata Bali di sana tertulis bahwa prajuru adat Sebali swadaya memperbaiki jalan, kami tegaskan itu tidak benar, sekali lagi itu tidak benar,” jelasnya dikutip pada Kamis (05/06/2025).

Lebih lanjut Jro Bendesa menyebut bahwa penambalan jalan rusak itu merupakan bentuk spontanitas.

Pada saat itu, ada pengecoran di salah satu Resort di Banjar Adat Bangkiang Sidem.

Saat proyek tersebut, sejumlah pecalang diminta untuk mengawasi proyek pengecoran tersebut.

Baca Juga: Jarang Dimainkan, Fitrul Eks Persib Bandung Tetap Dipercaya Bali United Dua Musim ke Depan

Lantaran bahan coran ada sisa lalu dikoordinasikan dengan pecalang desa setempat.

“Dan ada sisa dari pengecoran tersebut, dikoordinasikan dengan pecalang kami, atas izin dan inisiatif pecalang kami, lantas dibuanglah di jalan tersebut,” pungkasnya.

Video klarifikasi ini pun mengundang tanda tanya dari sejumlah warganet.

“Memangnya tidak boleh masyarakat berpartisipasi memperbaiki jalan agar pengguna jalan merasa nyaman dan aman ya?” jelas akun @sudiarta.gd.

“Ngorang makasi seharusne, ne jeg klarifikasi,” tulis akun @lowloook.

Editor : Wiwin Meliana
#Bantah #Swadaya #perbaikan jalan #gianyar #desa adat