Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petruk Dilarang Tampil di PKB, De Gadjah Duga Sarat Muatan Politik, Begini Katanya

Wiwin Meliana • Kamis, 5 Juni 2025 | 17:08 WIB

Pertemuan Petruk dengan De Gadjah soal larangan tampil di PKB 2025
Pertemuan Petruk dengan De Gadjah soal larangan tampil di PKB 2025

BALIEXPRESS.ID-Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah turut buka suara terkait absennya I Nyoman Subrata alias Petruk dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII 2025.

Melalui unggahan di media sosialnya, De Gadjah mengunggah potret pertemuan dirinya dengan sang legenda drama gong.

Baca Juga: Petruk Absen pada PKB 2025, Pasek Suardika Kritik Tim Kurator: Salah Alat Ukur

Dalam pertemuan yang disebutkan terjadi pada 1 Juni 2025 itu, Petruk mengungkapkan keluh kesahnya kepada De Gadjah.

Ia mengungkapkan bahwa Petruk jobnya diblock atau tidak diijinkan tampil di Pesta Kesenian Bali oleh oknum ASN di Dinas Kebudayaan.

De Gadjah menduga selain karena lawakan Petruk yang menggunakan kata-kata kasar, larangan tampil di PKB juga sarat dengan unsur politik.

“Karena mendukung saya saat Pilgub kemaren dan juga dalam tampilan Petruk ada kata2 "Ba**sat,” jelas De Gadjah dikutip pada Kamis (05/06/2025).

Lebih lanjtut, De Gadjah tidak membayangkan jika Drama Gong menggunakan bahasa sor singgih akan kehilanga penonton.

Baca Juga: Prajuru Adat Sebali Bantah Perbaikan Jalan Dilakukan Swadaya, Tegaskan Sudah Koordinasi dengan Bupati

Pihaknya meminta agar kreativitas seniman tidak dibatasi.

Lebih lanjut, pihaknya menduga pelarangan Petruk tampil di PKB 2025 sarat akan politik.

Di mana saat Pilgub 2024 lalu, Petruk mendukung De Gadjah sebagai calon Gubernur Bali.

“Jika sampai urusan politik yg sudah selesai masih dibawa-bawa sehingga artis2 atau seniman2 yg mendukung saya  dipilgub kemaren  jobnya diblock atau tidak diijinkan tampil dimana2, itu hal yg sangat tidak  baik dan tidak dewasa dalam berpolitik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Absennya I Nyoman Subrata alias Petruk dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII 2025 menuai beragam pro dan kontra publik.

Absennya Petruk dalam PKB 2025 kali ini lantaran terbentur dengan syarat dan ketentuan tim kurator.

Baca Juga: Viral Perbaikan Jalan di Gianyar, Desa Adat Sebali Bantah Secara Swadaya; Itu Sisa Proyek Pengecoran

Di mana drama gong lawas dijadikan percontohan bagi drama-drama gong lainnya sehingga diharapkan pemeran drama gong lawas mengutamakan anggah ungguhang bahasa Bali.

Hal ini ditekankan pada saat rapat tim kurasi agar dalam drama gong dihindari penggunakan kata tidak senonoh, tidak kasar, dan lebih kepada edukasi.

Diungkapkan juga bahwa evaluasi pada PKB 2024 tahun lalu drama gong lawas masih dianggap melakukan dialog-dialog yang tidak sepatutnya.

Petruk Cs hanya tidak dilibatkan pada acara PKB namun diluar acara tersebut Petruk akan tetap dilibatkan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#larangan #petruk #De Gadjah #Tampil #politik #pkb