Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petruk Beber Alasan Keluar dari Paguyuban Drama Gong Lawas

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 11 Juni 2025 | 17:25 WIB

Polemik Mundurnya Petruk dari PKB dan Paguyuban Drama Gong Lawas
Polemik Mundurnya Petruk dari PKB dan Paguyuban Drama Gong Lawas

BALIEXPRESS.ID-Polemik mundurnya seniman legendaris Pekak Petruk dari Pekan Kebudayaan Bali (PKB) 2025 serta keputusannya keluar dari Paguyuban Drama Gong Lawas masih terus menjadi sorotan publik.

Isu ini mencuat tidak hanya di kalangan warganet, namun juga menarik perhatian sejumlah tokoh politik dan pegiat seni budaya Bali.

Baca Juga: Loyalitas untuk Timnas Indonesia! Ultras Garuda Bali Tetap Semangat Nyanyi Indonesia Pusaka Setelah Kalah dari Jepang

Nama besar Petruk dalam dunia Drama Gong Bali membuat banyak pihak mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.

Dalam klarifikasi terbaru, Petruk yang didampingi oleh Blauk hadir di kanal Podcast Jeg Bali, yang tayang di YouTube pada Senin, 9 Juni 2025, untuk memberikan tanggapan secara langsung.

“Be edengange nto, ade to uli kurator, Drama Gong biar jadi panutan, biar santun keto munyine. Tidak boleh memisuh, bin misi tulisan misalnya ‘bangsat’,” ujar Pekak Petruk, dikutip Rabu, 11 Juni 2025.

Pernyataan tersebut merujuk pada anggapan bahwa bahasa kasar dalam pementasan seni harus diminimalisasi.

Baca Juga: Bikin Baper! Dedi Mulyadi Tanyakan Restu Nikah ke Putrinya di Hadapan Sherly Laos

Namun menurut Petruk, tidak adil apabila hal itu hanya dibebankan pada dirinya semata.

“Sing je sambate adan Kak e, tapi kan ne ngomong keto di publik di tempat menari cuman Kak,” tegasnya.

Blauk, yang selama ini dikenal sebagai pendamping sekaligus rekan diskusi Petruk, juga menyampaikan penjelasannya.

Ia menekankan bahwa penggunaan kata-kata kasar bukan semata menjadi ciri khas Petruk, melainkan bagian dari gaya pementasan.

“Tyang sering menggunakan kata bangsat, cuma yang terkenal mengatakan itu adalah pekak. Di pragina kan ada istilah Lengut dan Pangus. Yen pangus mengatakan nika kan pekak, yen tyang sing lagas dadine,” jelas Blauk.

Ia lalu mengisahkan kronologi saat kabar batalnya Petruk tampil di PKB diterima melalui sambungan telepon yang disetel menggunakan loudspeaker.

Hal itu membuat semua orang yang berada di rumah mendengarnya, termasuk istri Petruk.

Baca Juga: Blauk Ceritakan Momen Berat Sampaikan Kabar pada Petruk; Tyang Gagal Menjaga Nak Lingsir

“Tyang nolih pekak kecewa, tyang merasa gagal jadi anak. Bukan karena shock karena gagal pentas, shock dia itu merasa tidak terima dan segala macam,” ungkap Blauk.

Menanggapi hal tersebut, Erwin selaku host Podcast Jeg Bali bertanya, “Ow kayak dikucilkan gitu ya?”

“Dikucilkan, care korupsi tyang asane ngelah anak lingsir. Ibu juga, istrinya Pekak. Anak istri tyang juga tegang melihat kejadian itu,” jawab Blauk menegaskan suasana saat itu.

“Benar-benar mencekam, gaada yang tau ini. Kenapa tyang tidak memberitahu siapa-siapa, karena nika adalah persoalan di organisasi nika,” tambahnya.

Blauk juga membeberkan bahwa awal mula viralnya isu ini dipicu oleh video yang dibagikan secara internal namun akhirnya menyebar.

Menurutnya, peran kurator dalam peristiwa ini menjadi krusial, namun langkah komunikasi yang dilakukan dinilai tidak tepat.

“Menurut tyang, kurator nika mungkin maksudnya baik. Video nika di organisasi dumun diskusikan, jangan dikeluarkan kan bunuh diri namanya. Panggil dulu Pekak, diskusikan. Mohon maaf nika, in ikan sepihak jadinya dan ini ngajak nak lingsir. Yen tyang antem jekjek Bully ten napi, beliau (Pekak Petruk) sudah tidak layak dibegitukan,” tegas Blauk.

Baca Juga: Tak Ada Larangan Resmi, Blauk Beber Alasan Petruk Tak Tampil di PKB

Menanggapi pernyataan Blauk terkait tidak adanya jaminan dari pihak pengurus, Petruk pun menyampaikan alasannya mengambil keputusan drastis.

“Karena tidak ada yang menjamin, ngudiang kak kemu nyeselang iban,” timpal Petruk.

Blauk menyimpulkan bahwa keputusan mundur dari PKB sebenarnya bukan inisiatif awal dari Petruk, melainkan reaksi dari kondisi sebelumnya.

“Setelah tidak diajak, menyatakan mundur lah Pekak. Sekarang kan isunya mundur dulu. Tapi sebenarnya nika, tidak diajak dumun baru Pekak mundur,” jelas Blauk.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Paguyuban #petruk #drama Gong #pkb