Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Parkir RSUD Klungkung dan Kawasan Wisata Dinilai Semrawut, Komisi II Desak Penataan untuk Dongkrak PAD

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 17 Juni 2025 | 20:28 WIB

RAKOR : Komisi II DPRD Klungkung menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan Klungkung mengenai masalah parkir, Senin (16/6/2025).
RAKOR : Komisi II DPRD Klungkung menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan Klungkung mengenai masalah parkir, Senin (16/6/2025).

BALIEXPRESS.ID — Komisi II DPRD Klungkung menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan Klungkung mengenai masalah parkir, Senin (16/6/2025).


Rapat tersebut juga membahas upaya untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang terjadi akibat parkir kendaraan di badan jalan, terutama pada saat jam kerja. “Kita lihat selama ini Jalan Puputan Klungkung sering mengalami kemacetan, terutama pada jam kerja karena sebagian badan jalan digunakan untuk parkir. Begitu juga di jalan sebelah utara Pasar Mentigi,” paparnya.


Wakil Ketua Komisi II DPRD Klungkung dari Fraksi Golkar, I Nyoman Alit Sudiana menjelaskan jika pihaknya juga mendorong Dinas Perhubungan untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan lahan parkir sesuai aturan yang berlaku, sehingga masyarakat lebih tertib dan tidak parkir sembarangan. “Seperti kemarin kita dengar ada kasus pembakaran mobil yang parkir sembarangan di Nusa Penida ini menunjukkan adanya masalah parkir tidak tertib,” lanjutnya.


Disamping itu, pihaknya menilai banyak usaha-usaha sejenis restoran, hotel, dan villa di Nusa Penida yang berada di pinggir jalan dan tidak menyediakan tempat parkir untuk konsumennya. Tak hanya itu saja, RSUD Klungkung juga mengalami keterbatasan lahan parkir yang menyebabkan banyak pengunjung rumah sakit terpaksa parkir di sepanjang Jalan Flamboyan.


Tak hanya soal lalu lintas, retribusi parkir juga diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Klungkung. Beberapa langkah yang disarankan antara lain penggunaan teknologi berupa mesin EDC sebagai pengganti karcis parkir untuk mengurangi potensi kebocoran, kerja sama pengelolaan parkir dengan desa adat.

“Termasuk menjajaki kemungkinan Kerjasama dengan pemilik lahan-lahan parkir pribadi di objek-objek wisata di Nusa Penida dan penerapan parkir progresif di Pasar Seni Semarapura,” tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#dinas perhubungan #kemacetan #parkir #pad #nusa penida #DPRD KLUNGKUNG