BALIEXPRESS.ID – Dua warga negara Australia, Darcy Francesco Jenson, 37, dan Coskunmevlut, 23, telah diamankan secara terpisah terkait insiden penembakan yang menewaskan Zivan Radmanovic, 32, dan melukai Sanar Ghanim, 35, di Villa Casa Santisya 1, Badung, Bali, pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025.
Kedua terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Viral Penampilan Terlihat Kurus Hingga Dikira Sakit, Evan Dimas Klarifikasi Santai: Ojo Khawatir
Darcy Francesco Jenson, yang diduga sebagai otak penembakan, berhasil dicegah melarikan diri ke Singapura.
Ia diamankan oleh pihak Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin malam (16/6).
Setelah berkoordinasi dengan Mabes Polri, Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Badung segera menjemput Jenson di Jakarta.
Menurut informasi yang beredar, Jenson diduga kuat sebagai pelaku utama yang menembak mati Zivan Radmanovic.
Ia juga diduga sempat menembak Sanar Ghanim, yang kini mengalami luka serius.
Baca Juga: Viral! Pelawatan Barong Terbakar Di Seminyak, Bendesa Ungkap Kejadian Sebenarnya
"Saat beraksi, Jenson disinyalir mengenakan jaket oranye terang, helm hitam, dan masker gelap," beber sumber, Rabu (18/6).
Rencananya untuk melarikan diri ke Singapura terendus setelah ia memesan tiket di tengah perjalanan menuju Jakarta.
Meskipun tidak ditemukan senjata api saat penangkapannya, Jenson kini dalam pemeriksaan maraton oleh penyidik.
Sementara itu, terduga pelaku lainnya, Coskunmevlut, berhasil diamankan oleh The Singapore Police Force (SPF) di Singapura pada Senin, 16 Juni 2025.
Pemuda berusia 23 tahun ini telah tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Selasa malam (17/6) setelah dijemput oleh Tim Gabungan Polres Badung dan Polda Bali.
Baca Juga: Nasib Evan Dimas Jadi Sorotan: Dulu Kapten Generasi Emas, Kini Bikin Warganet Khawatir
"Hasil interogasi awal menunjukkan bahwa Coskunmevlut ke Singapura melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai tak lama setelah kejadian," imbuhnya. Diduga kuat, Coskunmevlut adalah sosok yang mengenakan jaket hijau, masker gelap, dan helm gelap saat menembak Sanar Ghanim di dalam kamar yang dihuni bersama istrinya, Daniela.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, yang sempat mendatangi lokasi kejadian di Bali, membenarkan penangkapan kedua pelaku.
Ia menyerahkan detail informasi lebih lanjut kepada Polda Bali. Kapolres Badung, AKBP M. Arif Batubara, juga menyatakan bahwa rilis resmi terkait kasus ini akan segera dilakukan.
Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy menerangkan bahwa dua orang yang diamankan statusnya baru terduga pelaku. "Baru terduga, masih perlu pendalaman dan pembuktian," tandasnya. (ges)
Editor : Wiwin Meliana