BALIEXPRESS.ID- Tiga traffic light (TL) yang tersebar di sejumlah simpang strategis di Kota Bangli, seluruhnya tidak berfungsi.
Dua TL di jalur kabupaten rusak sekitar sebulan lalu. Satu TL di jalur provinsi sengaja tidak difungsikan.
Dua TL yang rusak berada di simpang tiga Jalan Brigjen Ngurah Rai–Jalan Lettu Lila dan simpang tiga Jalan Kusumayudha–Jalan Brigjen Ngurah Rai.
Kondisinya sudah mati dan tak menunjukkan tanda-tanda akan diperbaiki dalam waktu dekat.
Sementara satu TL di simpang empat Jalan Kusumayudha–Jalan Nusantara juga tak berfungsi meski perangkatnya masih berdiri di lokasi.
Khusus untuk TL di simpang empat Jalan Kusumayudha–Jalan Nusantara, diketahui merupakan bagian dari jaringan jalan provinsi. Alat tersebut memang sudah lama tidak difungsikan.
Menurut informasi, TL itu sengaja dimatikan sejak beberapa tahun lalu karena dinilai tidak efektif mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli I Wayan Suastika mengatakan bahwa perbaikan dua TL di jalur kabupaten terkendala oleh ketiadaan anggaran.
Menurutnya, sejak awal tahun tidak ada pos anggaran khusus yang dialokasikan untuk pemeliharaan TL.
"Dinas tidak punya anggaran pemeliharaan, jadi tidak bisa ditangani cepat," ujarnya.
Selain kendala anggaran, faktor usia perangkat juga menjadi persoalan tersendiri.
Perangkat TL yang digunakan saat ini sudah tergolong uzur, sehingga suku cadangnya sulit didapatkan.
Kalaupun sempat diperbaiki, umurnya tidak bertahan lama. "Sudah sering diperbaiki, rusak lagi," kata Suastika ditemui Rabu (18/6/2025).
Di tengah keterbatasan tersebut, pihak Dishub berusaha tetap mengamankan kelancaran lalu lintas, terutama di jam sibuk pagi hari saat anak-anak berangkat sekolah dan pegawai masuk kantor.
Petugas dari Dishub diterjunkan untuk melakukan pemantauan. "Kalau mengganti dengan yang baru juga tidak ada anggaran," jelasnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bangli, Ida Bagus Widnyana, menambahkan bahwa TL di simpang empat Jalan Kusumayudha–Jalan Nusantara merupakan aset milik Pemprov Bali.
Menurut informasi yang diterimanya, alat tersebut rencananya akan dipindahkan ke simpang tiga Jalan Nusantara–Jalan Erlangga, wilayah Kelurahan Cempaga.
Pemindahan tersebut dilakukan untuk menggantikan TL yang sebelumnya telah dibongkar karena proyek revitalisasi drainase di kawasan itu.
Hingga kini, pihaknya belum mendapat kepastian waktu pelaksanaan pemindahan TL tersebut.
“Kami masih menunggu informasi resmi dari provinsi,” kata Widnyana. (*)
Editor : I Made Mertawan