BALIEXPRESS.ID - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta dipastikan akan mengikuti Orientasi Retreat Kepala Daerah di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Dalam kegiatan ini bupati dan wakil bupati dijadwalkan akan mengkuti gelombang kedua pada 22 Juni 2025 bersama kepala daerah lainnya.
Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, Made Suardita.
Ia menyebutkan, pimpinannya telah melakukan persiapan dalam mengikuti retreat.
"Iya bapak pimpinan akan mengikuti retreat mulai 22 Juni hingga 26 Juni," ungkap Suardita, Jumat (20/6).
Dalam mengikuti kegiatan ini, Adi Arnawa dan Alit Sucipta dijadwalkan akan berangkat ke PDN Jatinangor, pada Sabtu (21/6).
Baca Juga: Ruas Tol Bali Mandara Diperbaiki, Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan
Namun sebelum mengikuti retreat, Bupati Adi Arnawa diagendakan menghadiri pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-74.
"Setelah menghadiri pembukaan PKB, pimpinan baru berangkat ke lokasi retreat. Selama mengikuti orientasi tugas-tugas akan dilimpahkan," tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan, pelaksanaan retreat ini tentunya sangat penting bagi kepala daerah yang baru dilantik.
Baca Juga: Festival Literasi Klungkung 2025 Resmi Dibuka, Angkat Semangat Literasi dan Budaya Lokal
Sebab dalam pelaksanananya dapat dilakulan harmonisasi dan menyelaraskan program pusat di daerah.
“Ya paling penting itu ada memperbarui informasi dengan teman yang lain. Terutama dalam program-program kedepan di indonesia,” ungkapnya.
Pihaknya juga menegaskan, akan tetap mengikuti retreat di tahap kedua, bersama sejumlah kepala daerah lainnya.
Sebab saat itu masih berproses dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Bahkan sebelumnya, ia juga telah menyampaikan, permohonan penundaan retret kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
“Secara resmi Pak Gubernur, saya, dan Pak Walikota Denpasar menandatangani mohon penundaan kepada Pak Mendagri,” paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga