Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta Baru Kasus Penembakan di Badung, Penangkapan 3 Pelaku Ternyata Gara-Gara Palu

I Gede Paramasutha • Minggu, 22 Juni 2025 | 00:30 WIB
Kapolres Badung, AKBP M. Arif Batubara. (Bali Express/Istimewa)
Kapolres Badung, AKBP M. Arif Batubara. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Kasus penembakan yang menewaskan Zivan Radmanovic, 32, WNA Australia, dan melukai Sanar Ghanim, 35, di sebuah vila di Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Badung, pada Sabtu (14/6) lalu, terus didalami. 

Sejumlah fakta baru dibeberkan Kapolres Badung, AKBP M. Arif Batubara, Sabtu (21/6). Ia mengungkap petunjuk awal yang menjadi faktor terungkap pelaku penembakan tersebut, yakni tiga WNA Australia bernama Darcy Francesco Jenson, 37, Coskunmevlut, 23, dan Tupou Pasa I Midolmore, 37. 

Ternyata, penangkapan mereka bermula dari penemuan sebuah palu di pintu masuk vila saat Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Bermula dari situ kami melakukan penyelidikan terkait dengan adanya barcode pada palu tersebut," terang AKBP Batubara.

Penyelidikan barcode palu tersebut membawa tim opsnal ke lokasi dan toko tempat pembelian palu di kawasan Pererenan, Basung.

Hasil penelusuran di sana didapatkan rekaman CCTV yang menunjukkan seorang membeli palu.

Pembeli itu mengarah ke pelaku. Meskipun pihaknya sempat kehilangan jejak sosok itu dalam upaya investigasi.

Namun akhirnya orang tersebut berhasil ditemukan, hingga berujung penangkapan para pelaku di tiga lokasi berbeda. AKBP Batubara menambahkan, belum diketahui apakah korban mengenal pelaku atau tidak.

"Kami belum masih mendalami itu, karena kami belum pertemukan korban selamat dengan pelaku apakah memang mengenal atau tidak," imbuhnya. Maka dari itu, motif dari penembakan ini belum bisa terungkap.

Kini, para pelaku tengah menjalani pemeriksaan secara terpisah di Polres dan Polda. Mengenai kondisi Sanar Ghanim, pasca kejadian, ia telah diobservasi di RS BIMC dan dinyatakan sembuh.

Menurut keterangan dari konsulat dan pengacaranya, Sanar sedang berada di sebuah vila untuk pemulihan. 

Pihak kepolisian tetap melakukan pengawasan ketat terhadap Sanar dan Jasmin, istri Zivan, untuk mencegah terjadinya korban lebih lanjut, dengan patroli rutin di lokasi mereka.

"Untuk pemeriksaan terhadap korban selamat, ada permintaan dari konsulat dan pengacara yang menentukan tempatnya nanti," tandasnya.

Olah TKP juga terus dilakukan oleh tim gabungan dari Labfor, Pusidentifikasi Mabes Polri, Identifikasi Polda, dan Identifikasi Polres. Vila Casa sebagai lokasi kejadian, dinyatakan masih berstatus status quo untuk memudahkan penemuan bukti-bukti baru. 

"Sampai saat ini Olah TKP itu selalu diulangi untuk mencari bukti-bukti baru," katanya. Disinggung mengenai keterlibatan data dari AFP yang menyatakan para pelaku adalah anggota gangster dari Australia, AKBP Batubara menyatakan belum ada pembicaraan resmi mengenai hal tersebut. 

"Sampai sekarang belum ada pembicaraan tentang itu, kami hanya sama-sama joint investigasi," tegasnya. Namun, ia mengakui adanya kolaborasi intens dengan AFP dalam membantu pencarian informasi dan data. 

Terkait hasil autopsi Zivan Radmanovic, AKBP Batubara mengungkapkan hasilnya sudah keluar, tapi belum diterima pihaknya.

Sehingga, kepolisian telah mengirimkan surat permintaan hasil kepada RS Prof Ngoerah dan berharap dapat menerimanya hari ini untuk diteliti mengenai luka dan temuan lainnya. 

Sementara itu, identitas pentolan dari ketiga pelaku juga masih belum diketahui. "Secara teknis kami masih pendalaman investigasi, kalau ada update nanti siap kami sampaikan," pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#australia #penembakan #wna #badung