Siapa sangka, di tengah konsistensi kerja penyuluhan agama di Buleleng, nama Luh Sri Drupadi, S.Pd mencuat sebagai salah satu tokoh muda yang memberi warna baru dalam dunia bimbingan umat Hindu.
Sejak 2016, ia setia melakoni tugasnya sebagai Penyuluh Agama Hindu di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng.
Lahir di Buleleng, 11 Juli 1992, perempuan yang kini berusia 33 tahun ini menempuh pendidikan dari SDN 3 Penarukan hingga SMA Negeri 3 Singaraja.
Kecintaannya pada dunia pendidikan dan agama membawanya menempuh studi di STKIP Agama Hindu Singaraja dan kini sedang melanjutkan Pascasarjana di IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan.
Sebelum menjadi ASN, Luh Sri Drupadi sempat mengabdi sebagai guru agama Hindu di sekolah internasional Singaraja Montessori School.
Kala itu, ia menjalani dua peran yakni sebagai guru dan penyuluh non-PNS. Pengalaman itu memperkaya perspektifnya dalam memahami kebutuhan umat lintas kelas sosial dan usia.
Momentum penting terjadi pada 2021. Ia mengikuti seleksi CPNS dan dinyatakan lolos. Sejak saat itu, ia mengundurkan diri dari sekolah dan fokus menjalani profesi sebagai penyuluh penuh waktu.
Tak lama kemudian, ia dipercaya menjadi Koordinator Penyuluh Kecamatan Sawan dan ikut dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting mewakili Kementerian Agama di lingkup Kabupaten Buleleng.
Salah satu kiprah inovatifnya yang paling menonjol adalah penggagas Program “Parasurama” (Pencerahan Suci Grahasta Asrama). Program ini lahir dari kepeduliannya terhadap pembinaan calon pengantin, sesuai amanat Perpres No. 72 Tahun 2021 dan revitalisasi KUA pada 2022.
Lewat Parasurama, Drupadi ingin memastikan umat Hindu siap secara spiritual, emosional, dan sosial dalam memasuki jenjang pernikahan.
Program Parasurama telah berjalan konsisten sejak 2022. Dalam pelaksanaannya, Drupadi menggandeng banyak pihak. Diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas PPKBPPPA Buleleng, Majelis Desa Adat, hingga Penyuluh KB.
Kolaborasi ini menjadi kekuatan program yang tidak hanya menyentuh aspek religi, tapi juga kesehatan reproduksi dan ketahanan keluarga.
Tak hanya menyusun materi penyuluhan yang sederhana dan kontekstual, Drupadi juga melibatkan teknologi digital.
Ia memproduksi video pembinaan, iklan layanan digital tentang alur bimbingan calon pengantin, hingga konten edukatif yang tersebar di platform seperti Facebook dan YouTube resmi Kemenag Buleleng.
“Peserta penyuluhan kita beri tontonan dan renungan tentang dampak pernikahan tanpa kesiapan. Ini penting agar pernikahan tak menjadi beban, tapi jadi sumber kekuatan baru dalam kehidupan,” ujarnya.
Evaluasi berkala dilakukan melalui survei dampak dan testimoni masyarakat. Hasilnya positif. Banyak pasangan merasa terbantu secara psikologis dan spiritual, bahkan beberapa mengungkapkan bahwa penyuluhan membuat mereka menunda pernikahan demi kesiapan yang lebih matang.
Baca Juga: Waspada Kejahatan di Seminyak! Turis Belanda Kena Jambret, Hingga Maling Gasak Motor Pinggir Jalan
Atas dedikasi dan inovasi ini, Luh Sri Drupadi menerima penghargaan Anugerah Mahottama dari Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI pada 2024.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja akar rumput yang konsisten bisa menembus pengakuan nasional.
Baginya, penghargaan bukanlah tujuan akhir. “Ini bukan prestasi pribadi, tapi hasil dari doa, dukungan, dan kerja keras banyak pihak. Semoga jadi motivasi untuk terus menjaga nilai-nilai dharma,” tegasnya.
Di luar tugas penyuluhan, Drupadi juga aktif memberdayakan ekonomi lokal. Ia membangun usaha kuliner “Warung Cak Kempul” di rumahnya, yang menyerap tenaga kerja perempuan di lingkungan sekitar.
Bagi Drupadi, penyuluhan tidak melulu di mimbar atau ruang kelas, tapi juga hadir dalam wujud nyata pemberdayaan ekonomi umat.
Kini, Luh Sri Drupadi terus mengupdate ilmunya dalam dunia penyuluhan. Salah satunya ia meningkatkan kemampuan akademiknya dengan melanjutkan studi S2 Ilmu Agama dan Kebudayaan, Institut Mpu Kuturan.
Saat ini, ia sedang duduk di Semester 2. Ia pun kian tertarik untuk melakukan riset seputar dunia penyuluhan dengan dari sisi budaya.
“Dunia terus berubah, maka harus diimbangi dengan menambah wawasan, sehingga semakin meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi perkembangan pengetahuan di masyarakat. Tentu harapannya adalah semakin bisa memberikan
Luh Sri Drupadi adalah sosok penyuluh agama masa kini, yang tidak hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga merawat masa depan umat dengan pendekatan spiritual, sosial, dan digital yang terpadu. (dik)
Editor : I Putu Mardika