Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pertamina Tanggung Biaya Perbaikan Kendaraan Bermasalah Usai Isi Pertalite di Bali, Berikut 7 Bengkel dan 23 SPBU yang Sediakan Helpdesk

Rika Riyanti • Selasa, 24 Juni 2025 | 15:29 WIB

LAYANAN: Pertamina dorong SPBU sediakan helpdesk bagi pelanggan
LAYANAN: Pertamina dorong SPBU sediakan helpdesk bagi pelanggan

 

 

BALIEXPRESS.ID — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan komitmennya untuk menanggung biaya perbaikan kendaraan yang mengalami penurunan performa usai pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU wilayah Bali.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap kenyamanan pelanggan setia.

“Kami akan mengganti biaya perbaikan, penggantian filter dan kuras tangki kendaraannya, baik motor maupun mobil roda dua maupun roda empat,” ujar Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam wawancara, Senin (23/6).

Baca Juga: Kendaraan Bermasalah Usai Isi BBM di SPBU? Ini Cara Lapor ke Pertamina Bali

Ahad menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah laporan masyarakat yang masuk melalui media sosial maupun kanal resmi Pertamina, terkait keluhan kendaraan bermasalah setelah pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Menurutnya, hingga kini sudah terdapat tujuh bengkel yang digandeng Pertamina untuk melayani proses perbaikan tersebut.

“Per sore ini juga kita sudah menyepakati dengan 7 bengkel yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di wilayah Bali,” katanya.

Baca Juga: Pertamina Sepakati 4 Langkah Tindak Lanjuti Masalah Pertalite di Bali, Dari Ganti Rugi Hingga Sediakan Bengkel

Adapun tujuh bengkel tersebut tersebar di Gianyar, Badung, Buleleng, dan Tabanan. Di antaranya Ari Motor dan Kerta Karya Motor di Payangan, CAN Motor di Ketewel, Surya Auto Mobil di Nusa Dua, Surya Mandiri Motor di Buleleng, Danan Jaya Motor di Tabanan, serta Kurniawan Motor di Lokapaksa, Buleleng.

Bengkel-bengkel ini menerima kendaraan pelanggan yang mengalami penyumbatan filter atau ditemukan partikel berat dalam tangki setelah pengisian bbm.

Pertamina juga membuka layanan pengaduan langsung (helpdesk) di 23 SPBU di seluruh Bali. SPBU yang ditunjuk melayani pengaduan ini tersebar di berbagai wilayah.

Baca Juga: KMP Agung Samudra 9 Kandas di Perairan Gilimanuk, Tim SAR Lakukan Evakuasi Puluhan Penumpang

Di Kota Denpasar, layanan tersedia di SPBU 5480101, 5480105, 5480115, 5480116, dan 5480139.

Di Kabupaten Gianyar, terdapat SPBU 5480509, 5480510, dan 5480526.

Di Kabupaten Badung, layanan dibuka di SPBU 5480308, 5480312, 5480327, dan 5480331.

Baca Juga: Geger! Pria Asal Denpasar Diduga Remas Payudara Wanita di Uluwatu: Berawal dari Marah-marah ke Tempat Korban

Kabupaten Buleleng melayani pengaduan di SPBU 5481101 dan 5481102.

Untuk wilayah Karangasem, terdapat SPBU 5480804 dan 5480810.

Di Kabupaten Klungkung, termasuk Nusa Penida, layanan tersedia di SPBU 5480705, 5480710, 5680701, dan 5680702.

Baca Juga: Kasus KDRT di Bali Berakhir Damai: Suami Pukul Istri, Kini Dihukum Bersihkan Pura selama 7 Hari!

Sedangkan di Kabupaten Tabanan dan Jembrana, masing-masing SPBU 5482105 dan 5482202 telah disiapkan untuk menerima laporan pelanggan.

“Per sore ini sudah ada 23 SPBU yang melayani helpdesk atau pengaduan bantuan,” ujar Ahad.

Ia juga menekankan pentingnya masyarakat menyampaikan keluhan melalui kanal resmi seperti aplikasi MyPertamina, email, WhatsApp, atau hotline wilayah Bali yang kini telah dibuka.

Baca Juga: Pintu Luncurkan Fitur Auto DCA Multiple Asset Nabung Rutin Hingga 50 Aset Crypto Sekaligus

Hal ini penting untuk memastikan pencatatan dan verifikasi yang transparan, terlebih karena Pertalite merupakan BBM subsidi yang setiap transaksinya tercatat melalui QR code.

“Kalau mengadunya lewat medsos atau akun Facebook ataupun itu bentuknya yang tidak resmi, kami sebagai pihak yang akan menggaransi atau melakukan pelayanan lebih demi kepuasan pelanggan, tentunya harus ada bentuk pencatatan yang resmi,” tegasnya.

Dengan sistem pencatatan resmi, Pertamina dapat menelusuri histori pembelian BBM pelanggan, lokasi SPBU tempat pengisian terakhir, dan asal distribusi bahan bakar.

Ini juga membantu dalam menentukan bengkel rujukan yang telah bekerja sama.

Ahad juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara Pertamina dan bengkel resmi untuk menghindari risiko kerusakan tambahan akibat penanganan yang tidak sesuai standar.

“Kalau masyarakat mengeluh kemudian bawa ke bengkel yang terdekat misalkan, tapi begitu terjadi malah sesuatu yang lebih buruk di kendaraannya menjadi tanggungan siapa? Kan gitu ya,” katanya.

Baca Juga: Bupati Jembrana Hadiri Retreat Kepala Daerah di IPDN Jatinangor, Siap Kawal Proyek Strategis Nasional Pemerintah Pusat

Ia mengajak masyarakat yang mengalami penurunan performa kendaraan setelah mengisi Pertalite di SPBU wilayah Bali untuk segera melapor ke kanal resmi Pertamina, sehingga penanganan dan perbaikan dapat segera dilakukan.

“Jadi kami terus mendorong masyarakat untuk melaporkan kendaraannya mengalami penurunan performa pada saat pasca pengisian bahan bakar minyak terutama produk Pertalite di SPBU di wilayah Bali,” pungkas Ahad.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pertalite #pertamina #helpdesk