Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pertamina Sebut Anomali Penurunan Performa Kendaraan Usai Isi Pertalite Hanya Terjadi di Bali

Rika Riyanti • Selasa, 24 Juni 2025 | 15:40 WIB

PENURUNAN PERFORMA: Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat diwawancara di Denpasar, Senin (23/6)
PENURUNAN PERFORMA: Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat diwawancara di Denpasar, Senin (23/6)

 

 

BALIEXPRESS.ID — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menegaskan bahwa fenomena penurunan performa kendaraan setelah pengisian bahan bakar subsidi jenis Pertalite yang dilaporkan masyarakat Bali merupakan sebuah anomali lokal.

Hingga kini, kejadian serupa belum ditemukan di wilayah lain di Indonesia.

“Anomali itu hanya terjadi di Bali,” ujar Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat dikonfirmasi, Senin (23/6) di Denpasar, terkait meluasnya isu tersebut dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Pertamina Tanggung Biaya Perbaikan Kendaraan Bermasalah Usai Isi Pertalite di Bali, Berikut 7 Bengkel dan 23 SPBU yang Sediakan Helpdesk

Menurut Ahad, secara konsumsi, Pertalite memang mendominasi pasar BBM subsidi di Bali, dengan proporsi mencapai 70 persen dibandingkan produk non-subsidi.

Namun, jika memang masalah serupa terjadi secara luas, semestinya kendaraan yang menggunakan produk lain atau pengisian di wilayah lain juga mengalami gangguan.

“Di Bali pun juga kita lihat kalau memang produk lain juga mengalami hal yang sama, tentunya multi produk dan multi kendaraan gitu ya. Karena kalau kita lihat konsumsi proporsi konsumsi pertalite di Provinsi Bali itu 70% dibanding produk non-subsidy lainnya, gitu kan? Pasti akan lebih banyak lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Segera Gelar Rekonstruksi Kasus Domino Maut di Buleleng, Siapa Picu Kekerasan Duluan?

Ahad menyebutkan bahwa fenomena ini belum pernah terjadi dalam skala yang sama di Bali sebelumnya.

Meski begitu, kasus serupa sempat ditemukan di daerah lain, namun dengan produk BBM berbeda.

“Yang serupa mungkin dengan case di Cibinong,” ujarnya.

Baca Juga: KMP Agung Samudra IX Kandas di Gilimanuk, 49 Penumpang Dievakuasi Tengah Malam

“Tahun 2024 kalau enggak salah. Tapi itu untuk produk Pertamax. Itu yang kurang lebih sama ya,” sambungnya.

Namun demikian, pihak Pertamina belum menarik kesimpulan mengenai penyebab pasti penurunan performa tersebut.

Untuk memastikan akar masalah, Pertamina masih menunggu hasil uji laboratorium dari Lemigas.

Baca Juga: Geger! Pria Asal Denpasar Diduga Remas Payudara Wanita di Uluwatu: Berawal dari Marah-marah ke Tempat Korban

“Begitu dikerucutkan lagi sama dengan case sekarang, kami juga mendata. Laporan tadi berdasarkan laporan yang kami terima ya, kendaraan yang mengalami penurunan performa itu terjadi di bawah tahun, dengan umur kendaraan ya, produksi di bawah tahun 2020,” ungkapnya.

Soal jenis dan merek kendaraan, Ahad mengatakan belum ada kecenderungan yang konsisten.

Variasi merek masih cukup luas, sehingga analisis teknis lebih lanjut dari lembaga pengujian menjadi krusial untuk menentukan keterkaitan dengan spesifikasi BBM.

Baca Juga: Pernyataan Mengejutkan Iran: Tak Ada yang Bisa Mengatur Kami Soal Uranium!

“Kalau untuk merek dan jenisnya itu mungkin masih variatif ya, tapi kita tidak mau mengerucutkan suatu kesimpulan itu, kita kembali nanti hasil dari uji Lemigas seperti apa,” katanya.

Ahad juga menekankan bahwa penurunan performa kendaraan tidak serta-merta hanya disebabkan oleh bahan bakar, tetapi bisa juga karena faktor lain seperti perawatan kendaraan yang kurang optimal, kebiasaan mengemudi, hingga sumber pengisian BBM yang tidak resmi.

“Yang jelas tadi, kalau ada kejadian serupa, pernah ada juga kondisi itu, bahkan 10 tahun yang lalu pun juga pernah kita lihat case yang sama di produk-produk sebelum ini,” tuturnya.

Baca Juga: Terungkap! Pisau Bergagang Biru Jadi Saksi Bisu Pembunuhan Sadis di Tegallinggah Bedulu, Diduga Bermotif Pribadi

“Tapi memang kembali lagi, penurunan performa, kemudian filter kendaraan, tangki maupun mesin bermasalah, kembali lagi banyak faktor,” imbuhnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk selalu mengisi BBM di SPBU resmi, karena hanya lembaga penyalur resmi yang dapat menjamin kualitas bahan bakar.

Pencampuran dengan bahan lain seperti air, atau pembelian dari sumber yang tidak diketahui, juga dapat menimbulkan masalah performa pada kendaraan.

“Itu juga menjadi kunci kita bahwa banyak hal yang bisa memicu penurunan performa kendaraan pelanggan,” tutup Ahad.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pertalite #bbm #pertamina #kendaraan