BALIEXPRESS.ID-Duka mendalam menyelimuti keluarga besar I Nyoman Budiasa, warga Banjar Pasek, Desa Kubutambahan, Buleleng.
Pria paruh baya ini mengalami peristiwa tragis yang merenggut nyawanya seketika setelah dihantam sebuah truk molen yang diduga mengalami rem blong.
Baca Juga: AeroXSpace: Taman Bermain Indoor Terbesar di Bali, Destinasi Seru untuk Liburan Keluarga
Peristiwa memilukan ini terjadi saat Pak Nyoman tengah duduk di atas sepeda motornya, menunggu sang istri.
Tanpa diduga, truk molen yang melaju dari arah atas kehilangan kendali dan menabrak Pak Nyoman hingga tubuhnya terpental dan mengalami luka fatal.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, tubuh Pak Nyoman tergeletak di jalan dengan kondisi mengenaskan, hingga dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Kabar kecelakaan ini cepat menyebar dan menjadi viral di media sosial, terutama di wilayah Bali.
Baca Juga: Empat Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Ungkap Kondisinya
Warganet ramai membagikan video dan foto kejadian sebagai bentuk simpati, namun sayangnya, tidak sedikit pula yang memanfaatkan momen duka ini demi konten dan keuntungan pribadi.
Menanggapi hal tersebut, masyarakat dan keluarga besar almarhum berharap agar para konten kreator, khususnya pengguna platform Facebook Pro, dapat menunjukkan empati dan tidak menjadikan tragedi ini sebagai lahan mencari keuntungan.
“Kalaupun mendapatkan keuntungan dari konten yang diunggah, kami harap hasilnya bisa disalurkan ke pihak keluarga sebagai bentuk bantuan uang duka,” tulis salah satu kerabat dalam unggahan di media sosial.
Untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, terbuka donasi bagi siapa saja yang ingin membantu biaya pemakaman almarhum Pak Nyoman Budiasa. Pemakaman direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis, 4 Juli 2025 di Banjar Pasek, Desa Kubutambahan, Buleleng.
Di kutip dari postingan @aryulangun (Selasa, 1/7/2025) donasi dapat disalurkan melalui rekening BRI 475801025376530 a.n. Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi atau OVO / DANA ke nomor 08594289033, dengan konfirmasi melalui WhatsApp ke nomor yang sama.
Baca Juga: Kronologi Empat Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru, Orang Tua Tak Bisa Hubungi Sang Anak
Unggahan tersebut menuai berbagai komentar belasungkawa dari para netizen di media sosial.
“Musibah gak ada yang tau, tapi minimal di cek kelayakan kendaraannya. Jangan sampai makan korban seperti ini. Semoga keluarga yang ditingga diberi ketabahan,” tulis akun @riskamall_
“Sepertinya remnya blong mendadak, karena diingat medan dari atas. Kalau memang blongnya dari baru dipakai pasti udh diatas nyosoh. Sepertinya konsepnya sama kek motor matic yg kalau panas bisa lolos remnya. Apapun itu semoga semua pihak yg berduka bisa berlapang dada,” tulis akun @leeyastin_
“mihh ratuu amor ring acintya,” tulis akun @ox_cean_
“Dumogi amor ing acintya,” tulis akun @infobali.viral