BALIEXPRESS.ID-Duka mendalam menyelimuti keluarga asal Tuban, Kuta, Bali. Rani Komala Sari (43) masih menanti kabar dari calon menantunya, Putri Permatasari (21), yang diduga menjadi korban insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.
Baca Juga: Arya Wedakarna Soroti Banjir di Bali: Kita Tunggu Aksi Nyata Para Pejabat
Dikutip dari unggahan akun Instagram @infojembrana, Rani mengungkapkan bahwa sudah lima hari lamanya ia menunggu kepastian dari Putri, yang sejatinya akan menikah dengan putranya, Fahmi Rashyid (24), pada 13 Agustus 2025 mendatang.
Namun, nama Putri tidak tercantum dalam manifes resmi penumpang kapal, sehingga keberadaannya masih menjadi misteri.
“Anak saya sudah nunggu tidak datang,” ungkap Rani pilu, dikutip Senin, 7 Juli 2025
Menurut Rani, Putri sempat pulang ke kampung halamannya di Rogojampi, Banyuwangi, untuk mengurus berkas persyaratan nikah dari KUA Jimbaran.
Baca Juga: Disambut Meriah! Agung Ketut Rai Dapat Kalungan Gemitir dan Payungan dari Fans
Ia sempat menghubungi Fahmi dan memintanya bersabar menunggu dirinya kembali ke Bali.
Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 3 Juli 2025 dini hari menjadi sorotan nasional.
Banyak pihak mulai mempertanyakan keakuratan data manifes kapal yang memuat total 53 penumpang dan 22 kendaraan, sesuai laporan awal.
Di kolom komentar unggahan @infojembrana, warganet ramai menyampaikan keprihatinan, sekaligus mengkritik sistem pendataan penumpang yang dinilai lemah
Baca Juga: Viral! Agung Ketut Rai Jual Kelapa Hasil Panen Sendiri, Tetap Sederhana di Tengah Popularitas
“Manifest penumpang kapal aja cuma formalitas kok.. apa bener total 65 penumpang?” tulis akun @febioladv.
“Pasti naik travel ini, biasanya ga pernah didata di tiket kapal. Kemungkinan jumlah korbannya lebih banyak dari yg diberitakan,” ujar akun @luwakjuss.
“Kelemahan tiketing, meremehkan data. Penumpang travel dan bus hanya driver yg terdata. Memang sih, kalau didaftarkan semua agak ribet dan membuat antrean panjang. Tapi saat kejadian begini, jadi betapa pentingnya data yang sesuai fakta,” komentar akun @trisnaws.
“Berarti benar, korban sepertinya lebih dari yg tertulis selamat ini... penumpang bis dan travel maupun mobil pribadi tidak terdaftar di situ,” tulis akun @taurus1307.
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kasus ini juga memperkuat tuntutan agar sistem manifes dan prosedur keselamatan pelayaran ditinjau ulang secara serius.
Editor : Wiwin Meliana