BALIEXPRESS.ID – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti rumah duka I Ketut Minggu di Banjar Dinas Abiantiing, Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat, Karangasem, Senin (7/7).
Istri tercinta, Ni Luh Putu Surya Adnyani, dan putra mereka, I Wayan Eka Wira Yudistira, menjadi korban tewas terseret arus deras Sungai Pelintas di Banjar Dinas Gambang, Desa Seraya, Minggu (6/7) sore.
Sejak pagi, warga dan kerabat silih berganti datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Tak hanya keluarga dekat, rekan-rekan kerja serta masyarakat sekitar turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa atas musibah yang mengejutkan ini.
I Wayan Ariana, ipar korban, mengaku sangat terpukul dengan kepergian kedua korban.
"Kami tidak menyangka mereka akan mengalami musibah seperti ini. Putu Surya adalah sosok yang baik, ramah, dan selalu pulang saat ada acara keluarga," ujarnya lirih.
Baca Juga: BPN Ungkap Ada 463 Bidang Tanah di Bali yang Dikuasai WNA Lewat Skema Hak Pakai
Ariana menambahkan, tidak ada firasat maupun tanda-tanda aneh sebelum kejadian nahas itu terjadi. "Benar-benar tidak ada firasat buruk. Semuanya terjadi begitu cepat."
Saat ini, pihak keluarga telah mempersiapkan prosesi pemakaman. Jenazah diantarkan ke setra (kuburan) pada Senin siang (7/7), setelah upacara ngulapin dilakukan di lokasi kejadian dan RSUD Karangasem, tempat jenazah dititipkan.
Diketahui, bencana terjadi saat wilayah Karangasem diguyur hujan deras sepanjang Minggu (6/7).
Baca Juga: BPN Bali Tegaskan Tidak Ada Pulau di Bali yang Dikuasai WNA
Debit air Sungai Pelintas meningkat tajam dan berubah menjadi arus deras.
Naas, saat menyeberangi sungai tersebut, ibu dan anak itu terseret derasnya aliran air hingga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Musibah ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kewaspadaan saat terjadi cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan banjir dan sungai dengan arus deras. (*)
Editor : Nyoman Suarna