BALIEXPRESS.ID-Nama Agung Ketut Rai, pelantun lagu Timpal Sirep, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Setelah sebelumnya viral karena salam andalannya “Salah Aroohh” dan sambutan hangat layaknya pejabat saat konser, kali ini warganet dibuat terhibur oleh sebuah video layangan bergambar wajahnya yang melayang di udara.
Baca Juga: TRANSPARAN! Gubernur Dedi Mulyadi Beberkan Penggunaan Anggaran Rp31 Triliun untuk Warga Jabar
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @benygopal dan kembali dibagikan oleh akun Instagram @badungpunyacerita, Rabu, 9 Juli 2025.
Tampak dalam video, sebuah layangan besar dengan desain menyerupai Agung Ketut Rai, lengkap dengan atribut celana merah yang menjadi ciri khasnya.
“Apakah layangan ini akan turun di event komunitas seni layangan Bali Piala Gubernur?” tulis akun @evik.kapal_official dalam kolom komentar.
Warganet pun tak kalah kreatif memberikan respon kocak melalui kolom komentar unggahan tersebut.
Baca Juga: Viral! Cerita Komika Arafah Rianti Tangkap Maling, Tapi Tak Diproses Polisi, Bikin Netizen Geram
“Pokok celana merah udah pasti beliau,” ketik akun @rii_kkooo.
“Aroohh,” tulis akun @widnong singkat namun mengena.
Agung Ketut Rai, penyanyi asal Gianyar, Bali, saat ini sedang berada di puncak popularitas berkat lagu ciptaannya yang berjudul Timpal Sirep.
Lagu ini menyentuh hati banyak orang dan viral di berbagai platform digital. Tak hanya lagu, sosoknya pun dikenal luas berkat salam panggung khasnya, “Salah Aroohh!” yang menjadi daya tarik tersendiri di setiap penampilannya.
Namun di balik popularitasnya, sedikit yang tahu perjalanan hidup Agung Ketut Rai. Dalam sebuah wawancara di podcast Tolet Mana?, Agung menceritakan kisah hidupnya yang penuh perjuangan.
Sejak kecil, ia hobi bernyanyi dan terinspirasi dari lagu-lagu Mandarin era 90-an. Meski demikian, ia tak pernah bercita-cita menjadi penyanyi karena keterbatasan ekonomi keluarganya.
Pendidikan Agung pun terputus sejak sekolah dasar, dan ia harus banting tulang demi bertahan hidup.
Sebelum dikenal sebagai penyanyi, Agung sempat menekuni berbagai usaha, mulai dari bengkel mobil, produksi batako, hingga jualan kayu.
Ia bahkan pernah terlilit utang saat usaha bengkel yang dijalankannya mengalami kegagalan.
Namun keyakinannya pada kehidupan tak pernah surut. Agung Ketut Rai menekuni meditasi dan jalur spiritual sebagai bagian dari proses memurnikan diri dan bangkit dari keterpurukan.
Kini, kerja keras dan dedikasinya terbayar dengan cinta dari masyarakat Bali, bahkan hingga wajahnya pun diabadikan dalam bentuk layangan.
Fenomena ini membuktikan bahwa kecintaan masyarakat Bali terhadap sosok Agung Ketut Rai bukan hanya karena lagu atau salam ikoniknya, tetapi juga karena kisah hidupnya yang penuh inspirasi dan semangat pantang menyerah.
Baca Juga: Aksi Sosial Maxim Cargo: 50 Paket Makanan Dibagikan untuk Warga Denpasar
Siapa sangka, dari seorang pria sederhana di Gianyar, kini Agung menjadi ikon budaya pop lokal, yang bahkan mengudara lewat layangan.
Editor : Wiwin Meliana