BALIEXPRESS.ID- Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, sekolah-sekolah di Kabupaten Karangasem, Bali, sibuk menerima peserta didik baru.
Namun berbeda halnya dengan SDN 8 Subagan dan SDN 10 Karangasem, yang justru disibukkan mencari calon siswa baru.
Dua sekolah ini kesulitan untuk mendapat peserta didik baru. Kondisi ini tidak hanya dialami kali ini saja, melainkan hampir tiap tahun terjadi hal yang sama.
Kepala SDN 8 Subagan Ni Gusti Nyoman Dewi menyebut, hingga saat ini ada dua siswi yang berencana menempuh pendidikan di tempat tersebut. Hanya saja, satu di antaranya disebut belum bisa dipastikan.
"Yang menyatakan sudah pasti baru satu orang, yang satu belum pasti," ujarnya ditemui, Senin (14/7/2025).
Ia tidak bisa berbicara banyak terkait kondisi sekolahnya yang tiap tahun mendapat peserta didik minim.
Padahal, sebelum proses itu dilakukan pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya agar terdapat siswa yang menempuh pendidikan di SDN 8 Subagan.
"Kami sudah door-to-door. Begitu juga kami selalu stand by di sekolah, takutnya saat ada yang mendaftar justru sekolah sepi," lanjutnya.
Saat ini, terdapat 24 siswa di sekolah tersebut. Mereka duduk di kelas II-VI.
Minimnya usia anak sekolah di wilayah itu diduga menjadi alasan utama peserta didik yang menempuh pendidikan di SDN 8 Subagan menjadi sedikit. Terlebih jarak sekolah dengan SD lainnya cukup berdekatan.
Hal serupa juga diungkapkan Plt. Kepala SDN 10 Karangasem Ni Made Ariyanti.
Di tempatnya itu, hingga kini baru terdapat dua siswa yang mendaftar.
Itupun karena saudaranya lebih dulu menempuh pendidikan di sana.
“Tahun ini baru dapat 2 siswa, semoga sampai masa MPLS nanti ada tambahan lagi sehingga jumlah siswa bertambah,” ujarnya.
Dengan adanya dua siswa yang sudah mendaftar ini, pihaknya mengaku bersyukur.
Mengingat dua tahun terakhir SDN 10 Karangasem tidak mendapatkan peserta didik.
“Jumlah siswa dari kelas IV hingga VI di SDN 10 Karangasem berjumlah 22 orang,” ujar Ariyanti. (*)
Editor : I Made Mertawan