BALIEXPRESS.ID - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali menegaskan bahwa beras medium dan premium dari 212 merek yang belakangan diduga merupakan hasil oplosan, tidak ditemukan beredar di jaringan ritel modern di Bali.
Ketua Aprindo Bali, Asinaga Budiman, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara pada Rabu (16/7).
Ia mengatakan bahwa masing-masing distributor telah melakukan klarifikasi, dan beras yang mereka suplai ke ritel modern di Bali tidak terindikasi sebagai produk oplosan.
Baca Juga: DOR! Dua Pemuda Ditembak Usai 7 Kali Curi Motor di Denpasar, Akui Kecanduan Sabu dan Judol
"Itu mungkin di luar Bali kondisi seperti itu ya. Ada industri rumahan yang jangankan beras, oli pun dipalsukan," ujarnya.
Asinaga menyebutkan, produsen seperti PT Padi Indonesia Maju (sebelumnya PT Wilmar Padi Indonesia), yang memproduksi merek-merek seperti Sania, Sovia, Siip, Fortune, Sawah Hijau, Sawah Jingga, dan Sawah Panen, telah memastikan produknya diproses sesuai standar mutu yang ditetapkan pemerintah dan dengan takaran yang akurat.
"Ini ditandatangani oleh kepala pabriknya langsung," ungkapnya.
Baca Juga: VIRAL! Kisah Dea Vio, Remaja Berprestasi Asal Singaraja Diterima di ITB dan Diapresiasi ParagonCorp
Ia menambahkan, sistem distribusi di ritel modern sudah memiliki mekanisme untuk menjamin kualitas produk.
Apabila ditemukan produk yang tidak sesuai, maka dapat dikembalikan ke distributor.
Ia pun memperkirakan bahwa dugaan beras oplosan kemungkinan terjadi di ritel tradisional akibat ulah distributor nakal.
Baca Juga: DPRD Badung Rekomendasikan Hentikan Sementara Pembangunan dan Operasional Kos di Kampial
"Karena kita dijamin oleh principlenya," imbuhnya.(ika)
Editor : Rika Riyanti