Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ketika Warga Binaan Lapas Tabanan Dapat Kesempatan Curhat kepada Psikiater, Tiga Masalah Ini Paling Dominan  

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 18 Juli 2025 | 13:52 WIB
Warga binaan Lapas Kelas IIB Tabanan curhat kepada psikiater, Kamis (17/7/2025).
Warga binaan Lapas Kelas IIB Tabanan curhat kepada psikiater, Kamis (17/7/2025).

BALIEXPRESS.ID-  Dalam upaya menjaga kesehatan mental dan jiwa warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali melaksanakan kegiatan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina), Kamis (17/7/2025). 

Melalui Teh Rina yang merupakan layanan bidang kesehatan, warga binaan menceritakan keluh kesah yang dirasakan kepada psikiater sehingga perasaan mereka menjadi lebih tenang.

Bertempat di Klinik Lapas, layanan Teh Rina sendiri terselenggara bekerja sama dengan Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana.

Terkait kegiatan ini, Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo menyampaikan bahwa Lapas sebagai lembaga pembinaan bagi warga binaan rata-rata memiliki permasalahan klasik yakni over kapasitas, kondisi ini bisa membawa dampak pada kondisi mental dan jiwa para warga binaan. 

“Layanan Teh Rina merupakan salah satu bentuk layanan kesehatan mental dan jiwa yang kami sediakan bagi untuk para warga binaan, karena perubahan lingkungan yang ekstrem ini berpotensi menimbulkan stress, kecemasan, depresi, dan gangguan psikologis lainnya,” jelas Prawira.

Dokter Lapas, Luh Putu Tresnadewi, menyebutkan terkait pelaksanaan Teh Rina kali ini terdapat 13 orang warga binaan yang ikut kegiatan konseling individu.

Dari layanan yang dilakukan disebutkan dr. Tresna warga binaan banyak yang curhat terkait masalah keluhan susah tidur, cemas, dan depresi. 

"Selain itu ada juga yang merasa bersalah dan tidak berguna, karena kondisi yang dialaminya saat ini. Setelah berkeluh kesah dengan residen mereka tampak kelihatan lebih baik,” jelasnya. 

Salah satu orang warga binaan, Made mengatakan bahwa dirinya merasa lebih baik setelah menceritakan permasalahan serta perasaan yang mengganjal.

"Sebelumnya saya merasa bingung, saya sangat menyesali perbuatan yang telah saya lakukan. Namun setelah bertukar pikiran dengan psikiater, saya mencoba untuk menerima keadaan yang saya hadapi dan berusaha untuk memperbaiki diri sehingga menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ucapnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#lapas tabanan #warga binaan #tabanan