Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Polda Bali Pastikan Tak Ada Beras Oplosan di Pasar, Stok dan Harga Terkendali

Wiwin Meliana • Kamis, 24 Juli 2025 | 16:54 WIB

Polda Bali Pastikan Tak Ada Beras Oplosan di Pasar
Polda Bali Pastikan Tak Ada Beras Oplosan di Pasar

BALIEXPRESS.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menegaskan bahwa tidak ditemukan praktik pengoplosan beras di wilayah Bali, menyusul kekhawatiran masyarakat yang sempat mencuat di media sosial.

Kepastian ini disampaikan usai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satgas Pangan, Selasa (22/7).

Baca Juga: SDN 4 Sambirenteng Tak Dapat Siswa, Dewan Usulkan Jadi Sekolah Widyalaya, Begini Pertimbangannya

Sidak dilakukan di sejumlah titik, termasuk penggilingan padi di kawasan Jalan Kebo Iwa, Pasar Badung, dan pusat perbelanjaan Tiara Dewata, Jalan Diponegoro.

Kegiatan ini turut melibatkan instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Bulog, dan BPOM Provinsi Bali.

“Hasilnya, tidak ditemukan indikasi pengoplosan beras yang dijual ke masyarakat. Tidak ada pengurangan berat maupun pemalsuan label,” tegas Kombes Pol. Teguh Widodo, S.I.K., M.M., Direktur Reskrimsus Polda Bali, usai kegiatan sidak.

Baca Juga: Penyidik Sita Ijazah SMA dan S1 Jokowi, Siap Dibawa Kepersidangan

Kombes Teguh menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat atas kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan beredarnya beras oplosan berlabel premium.

Ia menegaskan, meski sidak kali ini tidak menemukan pelanggaran, pengawasan akan tetap dilakukan secara berkala.

“Jika terbukti ada praktik curang di kemudian hari, pelaku usaha dapat dijerat UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kami tidak segan untuk menindak tegas,” tambahnya.

Menurutnya, pengoplosan beras tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga mengganggu persaingan usaha sehat, karena beras medium yang dikemas dan dijual sebagai premium dapat menciptakan keresahan dan menekan pedagang yang jujur.

Baca Juga: Heboh! Pria Bertato Diduga Curi Tabung Gas Elpiji dan Telur di Gianyar, Ditangkap Warga

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. Wayan Sunada, yang ikut mendampingi sidak, memastikan bahwa stok beras di Bali aman dan surplus.

“Kebutuhan beras di Bali sekitar 414 ribu ton per tahun, dan saat ini ketersediaan cukup. Tidak ada gejolak signifikan di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium di pasar Bali saat ini mencapai Rp16 ribu per kilogram, dan belum ditemukan pelanggaran terkait distribusi atau kualitas.

Baca Juga: Disparbud Bangli Bakal Benahi Fasilitas Anjungan Penelokan Kintamani, Toilet Jadi Perhatian

Dengan hasil sidak ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melaporkan jika menemukan praktik yang mencurigakan di pasar-pasar tradisional maupun modern. Pemerintah dan aparat akan terus bekerja sama menjaga stabilitas pangan dan perlindungan konsumen di Bali.

 

Editor : Wiwin Meliana
#polda bali #beras oplosan #tak ada