BALIEXPRESS.ID- Beberapa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Karangasem, Bali, sedikit mendapat siswa, bahkan ada yang tidak mendapat siswa baru pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini.
Menanggapi kondisi ini, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem masih melakukan kajian terhadap opsi regrouping atau penggabungan sekolah.
Kepala Bidang SD Disdikpora Karangasem, I Gusti Bagus Jaya Arsana belum berani mengambil keputusan terkait hal tersebut.
Pihaknya mengaku masih melakukan kajian terkait wacana regrouping atau penggabungan sekolah. "Kami akan kaji dan evaluasi terlebih dahulu," ujarnya.
Ia mencontohkan SDN 4 Karangasem yang sempat dua tahun tanpa siswa baru, namun tahun lalu mulai menunjukkan peningkatan dengan 15 siswa, dan tahun ini kembali menerima 18 siswa baru.
Menurutnya, minimnya jumlah siswa disebabkan oleh berkurangnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut, yang berdampak langsung pada daya tampung sekolah.
Meski demikian, Jaya Arsana menegaskan bahwa opsi regrouping belum bisa diputuskan dalam waktu dekat.
"Kami harus mempertimbangkan banyak aspek, termasuk potensi pertumbuhan penduduk ke depan. Bisa saja tahun-tahun berikutnya jumlah anak usia sekolah meningkat," katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa meskipun jumlah siswa sedikit, kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan seperti biasa.
Disdikpora juga akan menggandeng tokoh masyarakat dan koordinator wilayah (korwil) guna mencari solusi terbaik agar distribusi siswa lebih merata di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Karangasem, I Wayan Sudira, meminta Disdikpora untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Ia mendorong adanya evaluasi yang melibatkan komite sekolah, kepala lingkungan, dan gugus pendidikan.
"Jangan terburu-buru melakukan regrouping. Jika memungkinkan, sekolah dengan jumlah siswa sedikit bisa digabung secara operasional dengan sekolah terdekat, namun ijazah tetap dikeluarkan oleh sekolah asal," sarannya. (*)
Editor : I Made Mertawan