BALIEXPRESS.ID- Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui penyebab kematian dari Mr. X, WNA yang ditemukan dalam keadaan membusuk di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Mumbu Residence, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Jumat (25/7/2025).
Pihak kepolisian menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh instalasi forensik RS.Prof Ngoerah Denpasar.
“Untuk penyebab kematiannya, belum kami ketahui karena otopsinya baru dilakukan hari ini (Senin). Jadi kami masih menunggu hasil otopsi,” jelasnya Senin (28/7/2025).
Namun demikian, berdasarkan hasil penyelidikan, beberapa beberapa fakta terungkap.
Bayu Pati menyebutkan bahwa warga di sekitar TKP mengetahui Mr. X selama tinggal di rumah kontrakkan tersebut memang dalam keadaan sakit.
Beberapa warga yang ada di sekitar rumah korban pernah mendengar korban mengeluh sakit sebelum ditemukan meninggal dunia.
Namun, polisi belum bisa memastikan apakah sakit itu berkaitan dengan penyebab kematian.
Selain itu, beberapa informasi awal yang sudah dihimpun Polres Tabanan terkait identitas korban antara lain, Mr. X yang ditemukan dalam keadaan meninggal ini, diduga adalah warga negara Ukraina yang mengontrak di rumah milik warga Tabanan.
Selain itu, diketahui juga korban sudah tinggal di Bali selama lima tahun.
Usia korban di bawah 30 tahun dan untuk identitas lengkapnya belum dapat disampaikan karena masih dalam proses penyelidikan.
“Dari informasi awal, diketahui korban adalah Warga Negara ukraina, berusia di bawah 30 tahun, untuk nama dan identitas lainnya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Bayu Pati yang baru menjabat sebagai kapolres Tabanan sejak awal Juli lalu.
Sedangkan untuk identitas tiga WNA lainnya yang diketahui menyewa rumah tersebut bersama korban dan diduga sudah meninggalkan lokasi sebelum jenazah ditemukan, masih dalam penyelidikan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Denpasar dan Konsulat Ukraina untuk menelusuri identitas serta keberadaan ketiga orang itu. Hubungan mereka dengan korban juga masih kami selidiki,” tambah perwira asal Buleleng ini. (*)
Editor : I Made Mertawan