Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Jembrana Dorong KUD Serap Gabah Petani, ASN Jadi Konsumen

I Gde Riantory Warmadewa • Jumat, 1 Agustus 2025 | 13:07 WIB

 

Penandatanganan PKS antara enam KUD dengan 31 OPD di lingkungan Pemkab Jembrana di KUD Catur Guna Amertha, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kamis (31/7/2025).
Penandatanganan PKS antara enam KUD dengan 31 OPD di lingkungan Pemkab Jembrana di KUD Catur Guna Amertha, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kamis (31/7/2025).

BALIEXPRESS.ID – Komitmen Pemkab Jembrana untuk berpihak kepada petani kembali dibuktikan.

Lewat skema yang melibatkan koperasi dan aparatur sipil negara (ASN), petani tak hanya mendapat kepastian harga gabah, tetapi juga jaminan pasar beras.

Skema tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara enam Koperasi Unit Desa (KUD) dengan 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Jembrana.

Penandatanganan berlangsung di KUD Catur Guna Amertha, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kamis (31/7/2025).

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, Pemkab Jembrana telah menggelontorkan dana pinjaman daerah sebesar Rp2,9 miliar untuk mendukung program ini.

Hingga saat ini, Rp1,9 miliar sudah disalurkan kepada enam KUD penerima.

“Ini bentuk keberpihakan kami kepada petani. Dari petani untuk rakyat, dari rakyat kembali ke petani. Siklus ekonomi lokal yang saling menguatkan,” tegas Bupati Kembang, didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna.

Enam koperasi yang terlibat dalam program ini yaitu KUD Surya Mertha, Sapta Werdhi, Catur Guna Amertha, Tamblang, Amertha Buana, dan Catur Karya Usaha.

Mereka akan menyalurkan beras hasil olahan gabah petani kepada 4.262 ASN di lingkungan Pemkab.

Bupati meminta agar KUD memprioritaskan pembelian gabah dari petani di sekitar wilayah mereka.

“Harapan kami, tidak ada lagi petani yang bingung menjual hasil panennya, apalagi saat panen raya. Koperasi harus hadir sebagai penyerap utama gabah mereka,” katanya.

Ia juga mendorong KUD untuk memaksimalkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas beras.

Selain ASN, Kembang berharap produk KUD juga bisa dipasarkan ke masyarakat umum dan desa-desa.

“Pastikan di internal masing-masing juga menggunakan produk KUD, termasuk staf desa,” pesannya.

Sementara itu, Koordinator KUD Jembrana, I Gede Nastra mengapresiasi langkah Pemkab yang memberikan pinjaman daerah kepada koperasi.

Menurutnya, program ini memberi angin segar bagi petani yang kerap mengalami tekanan harga dari tengkulak saat panen.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada petani. Gabah mereka kini punya harga pasti, tidak lagi dijual asal-asalan,” ujar Gede Nastra.

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Jembrana berharap terbentuk ekosistem pertanian yang berkelanjutan: petani sejahtera, koperasi aktif, dan ASN turut berkontribusi lewat konsumsi produk lokal. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#koperasi #beras petani #jembrana