Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dibekingi Oknum Imigrasi, Geng Kriminal Rusia di Bali Diduga Sudah 27 Kali Peras dan Aniaya WNA

I Gede Paramasutha • Jumat, 1 Agustus 2025 | 20:02 WIB
Polda Bali mengungkap geng Rusia dan oknum Imigrasi yang terlibat kejahatan. (Bali Express/Agung Bayu)
Polda Bali mengungkap geng Rusia dan oknum Imigrasi yang terlibat kejahatan. (Bali Express/Agung Bayu)

BALIEXPRESS.ID - Polda Bali terus mendalami kasus geng kriminal asal Rusia yang dibekingi oknum staf Imigrasi untuk melakukan kejahatan yang menyasar warga asing di Bali. 

Terkuak fakta baru, bahwa kelompok yang terdiri dari dua orang Rusia Iurii Vitchenko, 30, dan Ilia Shkutov, 32, dan staf Imigrasi bernama Ernest Ezmail, 24, dan perempuan bernama Yopita Barinda Putri, 24, itu diduga tak hanya sekali beraksi.

Kapolda Bali Irjenpol Daniel Adityajaya didampingi Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombespol Gede Adhi Mulyawarman menerangkan, dari hasil pengembangan penyidikan terhadap para pelaku, mereka terindikasi melakukan berbagai jenis tindak kejahatan.

Mulai dari pemerasan/perampokan uang dengan modus operandi diculik, sekap, aniaya dan dipaksa transfer melalui crypto.

Bahkan, diduga mereka juga terlibat jaringan narkoba, jaringan prostitusi WNA, hingga jaringan money laundring (pencucian uang) melalui crypto.

"Indikasi itu diketahui berdasar keterangan para saksi, pengakuan, serta analisa ITE secara scientific crime investigation," beber Irjen Daniel, Jumat (1/8).

Dari analisis ITE di ponsel para pelaku asal Rusia, diketahui bahwa berbagai modus tersebut diduga sudah dilakukan di 27 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

Saat ini, kepolisian sedang mendalami puluhan TKP tersebut. Aparat akan koordinasi dengan imigrasi terkait para korban yang data-datanya sudah dikantongi.

Hanya saja, terdapat kendala karena sebagian korban sudah pulang ke negaranya.

"Kemungkinan juga ada warga sipil yang terlibat, beri kami waktu untuk mendalami dari korban-korban untuk memperkaya informasi," tandasnya.

Pihaknya belum bisa memastikan, apakah oknum staf Imigrasi memang terlibat di semua TKP lainnya atau tidak. 

Mengenai jumlah kerugian dari kesemua korban, kepolisian juga masih mendalaminya. Sementara itu, Kombes Gede Adhi menerangkan awal mula oknum staf Imigrasi mengenal geng kriminal daru Rusia itu karena mereka sebelumnya aktif dalam menghubungi beberapa pihak, hingga terjadi perkenalan.

"Dalam perkenalan itu, mereka (oknum imigrasi) dimintai bantuan mencari orang-orang yang menurut pengakuan para pelaku (geng Rusia) merugikan kelompok mereka," tuturnya.

Disinggung mengenai langkah Polda Bali terhadap maraknya kejahatan yang melibatkan WNA,

Kapolda mengatakan bahwa Polda Bali bersama Imigrasi sebagai perwakilan negara terus ada untuk bisa mengantisipasi dan mencegah semua itu.

Tindakan-tindakan tetap terus pihaknya lakukan bersama stakeholder lainnya.

"Bagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan maupun upaya-upaya kehadiran polisi di tengah masyarakat, seperti patroli yang sudah kami lakukan selama 24 jam," pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#bali #Rusia #gang #oknum #imigrasi