BALIEXPRESS.ID – Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Bali. Kapal cepat Bali Dolphin Cruise II dilaporkan terbalik saat hendak merapat di Dermaga Pelabuhan Sanur, Denpasar, Selasa (5/8) sekitar pukul 15.00 WITA.
Dari 80 orang yang berada di atas kapal, satu awak kapal (ABK) masih belum ditemukan dan diduga terjebak di dalam badan kapal yang terbalik.
Baca Juga: Relawan Galang Donasi untuk Biaya Pemakaman I Wayan Kajeng, Korban Tabrak Lari di Karangasem
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama relawan dan masyarakat sekitar.
“Evakuasi cukup sulit karena posisi kapal terbalik dan gelombang tinggi, antara 2 hingga 5 meter. Kami menduga satu ABK terjebak di dalam kapal. Tim masih berupaya membalikkan kapal untuk proses pencarian,” ujar Sidakarya di lokasi kejadian.
Kapal cepat tersebut mengangkut total 80 orang, terdiri dari 75 penumpang dan 5 kru kapal.
Baca Juga: I Wayan Kajeng Tak Tertolong Meski Sempat Diberi Pertolongan Pertama, Ini Cedera yang Diderita
Kapal berlayar dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Sanur dalam kondisi awal yang masih dianggap aman. Namun, sesaat sebelum tiba di jalur pelayaran Pelabuhan Sanur, kapal dihantam gelombang tinggi dari arah belakang, menyebabkan kapal kehilangan kendali dan terbalik sekitar 100–150 meter dari titik sandar, tepat di antara boui merah dan boui hijau.
Akibat kecelakaan ini, dua warga negara asing asal Tiongkok dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Mereka adalah Shio Ku Hong (23) dan Hon Jin Yu (37). Sementara para penumpang lainnya telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bali Mandara, dengan mayoritas mengalami luka ringan.
Menurut Aprianus Hangki, Kepala KSOP Kelas II Benoa, kapal dinyatakan layak berlayar saat keberangkatan.
Ia juga menyebut bahwa seluruh penumpang telah dibekali dengan jaket pelampung, dan life raft sempat dibuka. Namun, perubahan cuaca yang tiba-tiba dan ombak besar menjadi penyebab utama kapal terbalik.
Baca Juga: Selamat Jalan I Wayan Kajeng! Warga Kesimpar Meninggal Usai Diserempet Truk di Jalur 11
“Kami sudah keluarkan peringatan dini cuaca. Tapi saat kapal berangkat, kondisi laut masih aman. Ini kemungkinan besar karena gelombang tinggi mendadak serta faktor kelengahan dari nahkoda dalam mengantisipasi ombak dari belakang,” jelasnya.
Untuk sementara waktu, jalur pelayaran Sanur sempat ditutup hingga situasi dinyatakan aman. Kapal-kapal serupa baru mulai beroperasi kembali setelah pukul 17.00 WITA.
Sementara itu, kesaksian warga bernama Ketut Witran yang berada di sekitar pelabuhan menyebutkan bahwa ombak sangat besar saat kejadian.
Ia bahkan membantu mengevakuasi korban dengan memecahkan kaca kapal.
“Ombaknya besar sekali. Posisi boat saat itu sekitar 300 meter dari pantai. Begitu dihantam ombak, langsung terbalik. Saya lihat penumpang banyak yang melompat. Saya nekat pecahkan kaca pakai kaki agar bisa bantu keluarkan mereka. Kaki saya sempat luka,” ungkapnya.
Proses pencarian terhadap satu ABK yang hilang masih terus dilakukan. Tim SAR mengerahkan alat bantu selam dan peralatan berat guna mengangkat posisi kapal yang terbalik.
Basarnas dan otoritas pelabuhan kembali mengimbau seluruh operator kapal dan wisatawan untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, serta memastikan penggunaan pelampung keselamatan selama pelayaran.
Editor : Wiwin Meliana