Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Toko Keluarga ke Jaringan Besar, Agung Agra Putra Bawa Ayu Nadi Jadi Ritel Modern Bali

Rika Riyanti • Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:07 WIB

RITEL MODERN: AA Ngurah Agung Agra Putra
RITEL MODERN: AA Ngurah Agung Agra Putra

 

 

 

BALIEXPRESS.ID - Bali menyimpan banyak kisah bisnis lokal yang tumbuh dari akar keluarga.

Salah satunya adalah Ayu Nadi, jaringan ritel yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak hampir tiga dekade lalu.

Didirikan pada tahun 1996 oleh Ir. A.A. Susruta Ngurah Putra, Ayu Nadi berawal dari sebuah toko kecil di lahan keluarga di daerah Tuban, Badung.

Baca Juga: Niluh Djelantik Soroti Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bali: Harga Tembus Rp40 Ribu, Desak Pertamina Lakukan Hal Ini

Perlahan tapi pasti, toko keluarga ini berkembang menjadi jaringan ritel modern dengan tujuh outlet yang terdiri dari satu supermarket, lima minimarket, dan satu convenience store.

Filosofi yang dipegang teguh menjadi kunci bertahannya Ayu Nadi.

Nama “Ayu” melambangkan kepedulian dan perhatian pada pelanggan, sementara “Nadi” berarti aliran tanpa henti yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Resmi Gabung Bali United, Jordy Bruijn Bongkar Alasan Tinggalkan Eropa

Semangat inilah yang diwariskan dari generasi pertama ke generasi berikutnya.

Kini, estafet bisnis itu diteruskan oleh AA Ngurah Agung Agra Putra, putra pendiri yang juga menjabat sebagai Ketua Aprindo Bali periode 2019–2023.

“Saya generasi kedua, yang sedang memodernisasi model bisnis dan berusaha mengembangkan jaringan bisnis Ayunadi,” ujar Agra Putra.

Ia menambahkan, jaringan yang dirintis keluarga kini terus dikembangkan.

“Saat ini sudah memiliki 1 cabang format Supermarket dan 5 cabang format Minimarket serta 1 cabang format Convenience Store,” ungkapnya saat diwawancara Rabu (20/8).

Namun, di tengah maraknya bisnis ritel modern, mempertahankan kepercayaan pelanggan menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Viral Joget di Sidang MPR, Uya Kuya Tanggapi Santai: Kita DPR, Tapi Kita Juga Artis

“Tantangannya adl bagaimana membuat market tetap memilih Ayunadi sbg tempat mereka berbelanja memenuhi kebutuhan mereka,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Agra menekankan pentingnya menghadirkan pengalaman belanja yang berbeda.

“Untuk itu kita harus dapat memberikan pengalaman belanja yang unik dengan pelayanan yang prima,” katanya.

Baca Juga: Ledakan Bondet Gegerkan Warga, Rumah Hancur dan Pemilik Luka Parah

Tak hanya itu, pihaknya juga terus berusaha memahami apa yang dibutuhkan masyarakat.

“Memenuhi apa yang mereka butuhkan serta menjaga ketersediaan stock kita adalah hal utama,” tegasnya.

Seiring perjalanan yang sudah ditempuh lebih dari 25 tahun, Ayu Nadi juga memiliki visi besar di masa depan.

Baca Juga: Fakta di Balik Kematian Bocah Raya: Infeksi Cacing dan Lingkungan Tak Sehat

Pada tahun 2035, jaringan ini menargetkan diri menjadi ritel lokal terbesar dan paling dipercaya di Bali.

Visi tersebut diiringi misi strategis, seperti memperluas jangkauan outlet di seluruh kabupaten/kota di Bali, menghadirkan produk sesuai kebutuhan masyarakat, mendukung UMKM lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru. 

Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi operasional juga menjadi bagian penting dari transformasi ini.

Dengan filosofi keluarga, strategi modernisasi, serta komitmen pada masyarakat, Ayu Nadi terus mengalir sebagai nadi perekonomian lokal Bali.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #ritel #aprindo #supermarket