BALIEXPRESS.ID - Perum Bulog kembali mendapat mandat menyerap gabah petani sebagai bagian dari cadangan beras pemerintah (CBP) di tahun 2024.
Di wilayah Bali, target penyerapan yang ditetapkan mencapai 3.344 ton.
Pimpinan Bulog Wilayah Bali, M. Anwar, menjelaskan bahwa hingga pertengahan Agustus realisasi serapan telah mencapai 90 persen dari target.
Baca Juga: Dari Toko Keluarga ke Jaringan Besar, Agung Agra Putra Bawa Ayu Nadi Jadi Ritel Modern Bali
“Secara rinci Bulog sudah menyerap 545 ton gabah kering panen (GKP), 2.609 ton beras dan 2.900 ton setara beras,” ungkapnya, Rabu (20/8).
Anwar menilai, kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) turut mendukung pencapaian serapan yang lebih maksimal.
“Jadi kita terbantu karena pemerintah kan menaikan HPP gabah itu menjadi Rp6.500 per kilogram. Dan itu harga menjadi minimal yang harus dibeli untuk petani,” katanya.
Baca Juga: Resmi Gabung Bali United, Jordy Bruijn Bongkar Alasan Tinggalkan Eropa
Ia menambahkan, kualitas gabah di Bali memang dikenal lebih unggul dibandingkan wilayah lain.
Kondisi ini membuat harga gabah relatif lebih tinggi sehingga sebelumnya sulit masuk ke skema pembelian Bulog ketika HPP masih rendah.
Untuk memaksimalkan serapan, Bulog Bali menempuh sejumlah langkah strategis.
Salah satunya dengan menggandeng mitra-mitra lokal untuk penyerapan beras.
Selain itu, tim Bulog juga turun langsung ke sembilan kabupaten/kota di Bali dengan memanfaatkan data serta jadwal panen dari Dinas Pertanian Provinsi Bali.
"Kami dalam pelaksanaan itu membentuk tim jemput gabah di masing-masing kabupaten/kota,” jelas Anwar.
Baca Juga: Viral Bocah Meninggal dengan Tubuh Dipenuhi Cacing, KDM Ancam Beri Sanksi Pejabat dan Pengurus PKK
Tidak hanya itu, Bulog juga menugaskan petugas lapangan agar menyosialisasikan pentingnya menjual gabah ke Bulog.
Dengan strategi tersebut, pihaknya optimistis target serapan gabah tahun ini dapat terpenuhi sesuai harapan.(***)
Editor : Rika Riyanti