Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keamanan Investasi Crypto Makin Ditingkatkan, Fitur Baru Hadir untuk Lindungi Trader

Rika Riyanti • Kamis, 21 Agustus 2025 | 17:20 WIB

 

KEAMANAN: Head of Product Marketing PT Pintu Kemana Saja (PINTU), Iskandar Mohammad
KEAMANAN: Head of Product Marketing PT Pintu Kemana Saja (PINTU), Iskandar Mohammad

 

BALIEXPRESS.ID - Perdagangan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, berbagai terobosan juga dilakukan oleh pelaku industri untuk menghadirkan sistem yang lebih aman dan transparan.

Salah satu langkah terbaru adalah penyediaan fitur perlindungan tambahan bagi trader dalam perdagangan derivatif crypto.

Head of Product Marketing PT Pintu Kemana Saja (PINTU), Iskandar Mohammad, menjelaskan bahwa salah satu inovasi yang dihadirkan berupa fitur Price Protection, yang memungkinkan pengguna menentukan batas maksimum slippage (0,2%, 1%, atau 2,5%) saat mengeksekusi market order.

Baca Juga: 2025, Bulog Bali Ditugaskan Serap 3.344 Ton Gabah

Mekanisme ini dinilai mampu mengurangi risiko eksekusi di luar harga wajar ketika terjadi lonjakan pergerakan harga secara mendadak.

“Fitur ini membantu trader terhindar dari kerugian akibat ‘price spike’ atau ‘price crash’ sesaat, sekaligus memberikan rasa aman ketika bertransaksi di tengah volatilitas pasar,” kata Iskandar saat diwawancara, Kamis (21/8).

Selain itu, hadir pula Stop Order yang memudahkan pengguna masuk posisi secara otomatis ketika harga menyentuh level tertentu.

Fitur ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Stop Market—order langsung dieksekusi di harga pasar setelah trigger price tercapai—dan Stop Limit, yang mengeksekusi order di harga limit atau lebih baik setelah trigger price tersentuh.

Baca Juga: Resmi Gabung Bali United, Jordy Bruijn Bongkar Alasan Tinggalkan Eropa

Dengan mekanisme tersebut, trader tidak perlu terus-menerus memantau pergerakan harga, sekaligus tetap bisa memanfaatkan momentum pasar.

Data dari Bursa Kripto CFX menunjukkan, sepanjang semester I 2025, transaksi derivatif kripto di Indonesia mencapai $2,06 miliar atau sekitar Rp33,54 triliun.

Tren ini sejalan dengan peningkatan secara global, di mana volume perdagangan derivatif kripto per 20 Agustus 2025 tercatat mencapai $730 miliar atau sekitar Rp11,9 kuadriliun, menurut Coingecko.

Pertumbuhan juga terlihat dari meningkatnya jumlah trader baru di tanah air.

Di salah satu platform perdagangan derivatif, jumlah pengguna tercatat naik hingga 340% secara kuartalan pada tahun ini.

Lonjakan tersebut menggambarkan antusiasme masyarakat yang kian tinggi terhadap aset digital.

Baca Juga: GEGER! Dua Pria Ditemukan Tewas dalam Apartemen Mewah di Denpasar, Mulut Berbusa, Pelipis Terluka

“Potensi ruang tumbuh bagi industri crypto di Indonesia masih besar, baik dari sisi jumlah investor maupun nilai transaksi. Dengan regulasi yang semakin ramah serta keterlibatan investor institusi secara global, kami optimistis industri ini akan terus bergerak positif,” ujar Iskandar.

Upaya menghadirkan fitur pengamanan tambahan bagi trader diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia, sekaligus memberi jaminan lebih bagi investor yang semakin aktif masuk ke aset digital.(***)

Editor : Rika Riyanti
#keamanan #trader #pintu #crypto