Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Badung Rancang Pelaksanaan Ngaben Bikul 2026, Untuk Netralisir Hama Tikus

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 24 Agustus 2025 | 23:36 WIB

Kadis Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha.
Kadis Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha.

BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayaan berencana menggelar Ngaben Bikul atau tikus di tahun 2026.

Hal ini dilakukan untuk menetralisir gangguan dari hama tanaman secara niskala.

Prosesi upacaranya pun layaknya ngaben yang dilaksanakan secara umum.

Baca Juga: Pengelolaan Empat Pasar Tradisional di Bangli Dialihkan ke Perseroda BMB

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, upacara ngaben bikul sebelumnya pernah dilakukan tahun 2020.

Upacara ini rencananya akan digelar kembali pada tahun 2026 sesuai arahan dari Bupati Badung.

Bahkan ia menyatakan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan secara rutin dan berkala, misalkan lima tahun sekali, tergantung kebutuhan.

Baca Juga: PDAM Bangli Miliki Gedung Baru Senilai Rp4,5 Miliar, Siap Tingkatkan Pelayanan

“Untuk ngaben bikul ini sedang kami bahas dari sisi penganggaran dan dari serta waktu pelaksanaan,” ujar Sudarwitha, Minggu (24/8).

Pihaknya menyebutkan, ngaben bikul merupakan bentuk yadnya utama dalam konteks pertanian.

Nantinya hama yang disimbolisasikan dengan tikus akan diupacarai layaknya prosesi ngaben manusia.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Pantai Tulamben Meningkat 50 Persen

Melalui upacara ini pun diharapkan agar keberadaan tikus tidak lagi mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan.

“Tikus yang menjadi simbolisasi itu akan disomia atau dinetralisir, dengan harapan agar kembali ke habitatnya dan tidak mengganggu di areal pertanian atau perkebunan,” ungkapnya.

Sudarwitha menjelaskan, tahapan pelaksanaan upacara akan melibatkan seluruh wilayah subak (pasedahan).

Masing-masing pasedahan akan mencari dan membawa tikus dari wilayahnya untuk kemudian dibakar atau pralina dalam upacara ngaben bikul.

Selain tikus asli, akan ada simbolis tikus melalui warna-warna tertentu yang juga akan diupacarai.

“Proses ngaben bikul rencananya akan dipusatkan di Pantai Seseh. Namun tirta (air suci) dari upacara ini nanti akan dipercikkan ke seluruh areal persawahan dan perkebunan di Kabupaten Badung,” terang Mantan Camat Petang tersebut.

Sebelumnya, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyatakan, ngaben bikul ini akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi Subak yang mendapatkan serangan hama.

Sehingga akan dilaksanakan kembali dalam waktu dekat.

Hal ini disampaikan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Pujawali Nyatur di Pura Ulun Swi, Subak Balangan, Desa Kuwum, pada Sukra Umanis Wuku Klawu, Jumat (22/8).

“Terkait dengan kondisi Subak yang diserang hama tikus, pada tahun 2026 akan dilaksanakan ngaben tikus seperti yang pernah dilakukan beberapa tahun silam yang bertujuan untuk memohon keselamatan di wilayah persubakan di Badung,” ujarnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#ngaben bikul #niskala #tikus #Pemkab Badung #hama