Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lulusan STKIP Agama Hindu Singaraja, Diminta Melek Teknologi dan Berinovasi

Dian Suryantini • Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:47 WIB

Para wisudawan dan wisudawati yang diwisuda dari Kampus STKIP Agama Hindu Singaraja.
Para wisudawan dan wisudawati yang diwisuda dari Kampus STKIP Agama Hindu Singaraja.

BALIEXPRESS.ID– Sebanyak 59 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti prosesi wisuda di Kampus STKIP Agama Hindu Singaraja, Jumat (29/8).

Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti aula kampus ketika para wisudawan dan wisudawati satu per satu dipanggil namanya, menandai berakhirnya perjalanan panjang di bangku kuliah dan dimulainya tantangan baru di dunia kerja.

 Baca Juga: Pelaku Insiden Ojol Diamankan, Publik Diminta Tetap Tenang

Ketua STKIP Agama Hindu Singaraja, Putu Suastini, menegaskan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya berhenti di meja ijazah. Ia berharap para lulusan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah ke dalam dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Ilmu yang didapatkan di bangku kuliah harus bisa dibumikan. Jangan sampai hanya menjadi tumpukan teori. Dunia kerja butuh orang-orang yang siap praktik, siap berkarya, dan siap menjawab kebutuhan zaman,” ujar Suastini penuh semangat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kecepatan teknologi yang bergerak nyaris tanpa jeda. Menurutnya, melek teknologi adalah syarat mutlak bagi siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang di era digital.

 Baca Juga: Rumah di Melaya Terbakar saat Ditinggal Sembahyang, Damkar Jembrana Kerahkan 4 Armada

“Kita tidak bisa menutup mata pada perkembangan teknologi. Dunia sudah terkoneksi, lapangan kerja banyak bergeser ke ranah digital. Oleh karena itu, jadilah lulusan yang adaptif dan terbuka dengan perubahan,” tegasnya.

Tak hanya sekadar adaptif, Suastini juga menekankan pentingnya inovasi. Ia mendorong lulusan untuk tidak takut berkreasi dan menawarkan sesuatu yang baru agar mampu bersaing di pasar kerja.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Dana Punia Singaraja, Gede Widia Mintaraga, memberikan pesan yang tak kalah penting. Ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi seharusnya tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, melainkan juga mampu menciptakan lapangan kerja.

“Bangsa ini butuh lebih banyak pencipta kerja daripada pencari kerja. Saya berharap para lulusan bisa mengambil peran itu. Jadilah motor penggerak yang mampu membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Itulah kontribusi nyata yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Mintaraga.

 Baca Juga: Pelaku Pencurian Motor Modus COD Disergap Warga, Terungkap Sudah Beraksi di 10 TKP

Ia menambahkan, tantangan dunia kerja memang tidak mudah, namun dengan kombinasi kompetensi akademik, keterampilan teknologi, dan semangat kewirausahaan, lulusan STKIP Agama Hindu diyakini mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam dinamika pembangunan.

Prosesi wisuda yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu menjadi momentum perayaan keberhasilan sekaligus pengingat akan tanggung jawab baru. Banyak lulusan tampak tak mampu menyembunyikan rasa haru saat disematkan tanda kelulusan. Beberapa orang tua yang hadir pun tampak berkaca-kaca melihat anak-anak mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.

 Baca Juga: Najwa Shihab Tanggapi Larangan Live TikTok Saat Demo: Rekaman Justru Mengawasi Aparat

Dengan resmi diwisuda, 59 lulusan STKIP Agama Hindu Singaraja kini resmi menapaki babak baru. Mereka diharapkan tak hanya membawa nama baik almamater, tetapi juga menjadi generasi muda yang siap menginspirasi lewat karya, inovasi, dan keberanian menghadapi tantangan zaman. (dhi)

Editor : Wiwin Meliana
#wisuda #STKIP Agama Hindu Singaraja #sarjana