BALIEXPRESS.ID – Sabtu (30/8) sore, massa aksi mulai bergerak menuju Gedung DPRD Bali.
Sebelum itu, mereka lebih dulu berkumpul di sisi barat Lapangan Puputan Renon.
Sebagian peserta tampak mengenakan atribut ojek online, ada pula yang membawa bendera Merah Putih dan bendera bergambar karakter One Piece.
Situasi sempat kondusif, dengan sejumlah aparat keamanan seperti TNI, pecalang, dan Satpol PP yang bersiaga di lokasi.
Baca Juga: Massa Minta Perbup Badung Tentang NJOP PBB-P2 Dicabut, Adi Arnawa Sebut Ada Digratiskan
Kasatpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, menyampaikan pihaknya telah menurunkan personel untuk menjaga sejumlah titik strategis.
“Kami menyebar. Ada yang berjaga di Kantor Gubernur, juga di Rumah Jabatan Gubernur,” katanya.
Ia menambahkan, sekitar 10 anggota Satpol PP ditugaskan berjaga langsung di depan Kantor DPRD Bali, sementara TNI menurunkan 20 personel bersama pecalang.
“Sementara polisi belum, setelah ini mungkin (akan datang),” jelasnya.
Baca Juga: 4 Ton Beras Ludes dalam Sejam di Pasar Murah Karangasem
Dharmadi juga mengimbau agar aksi berlangsung tertib dan damai.
“Di tempat lain sudah anarkis, di Bali jangan anarkis,” ujarnya.
“Kami harapkan demo dengan tertib, jangan anarkis, jangan merusak fasilitas publik. Karena akan merusak Bali sebagai destinasi wisata,” tambahnya.
Namun, suasana berubah tegang ketika dua unit mobil polisi tiba di depan Kantor DPRD Bali.
Massa yang sebelumnya berkumpul di Lapangan Puputan Renon langsung bertindak anarkis dengan menyandera kedua mobil tersebut.
Kendaraan polisi dirusak, dicoret, bahkan nyaris dibakar sebelum berhasil dipadamkan.
Baca Juga: Aksi Demo DPR Tak Diliput TV Nasional Picu Kegeraman Joko Anwar: Ini Gila Sih, Gila!
Tidak hanya itu, sejumlah perlengkapan di dalam mobil seperti tameng, helm, dan jaket polisi dijarah massa.
Ketegangan semakin memuncak saat ratusan polisi datang dari arah timur.
Aparat yang baru tiba disambut dengan lemparan batu, hingga akhirnya mereka memilih masuk ke dalam Gedung DPRD Bali untuk berlindung.
Massa kemudian menyalakan kembang api, bahkan ada yang diarahkan ke gedung dewan.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Buleleng: Ibu dan Anak Tewas Ditabrak Truk, Sopir Kabur Usai Kecelakaan
Hingga malam, mereka masih bertahan di depan Kantor DPRD Bali, sementara di barat Lapangan Puputan Renon tampak api dari aksi bakar-bakar.(***)
Editor : Rika Riyanti