BALIEXPRESS.ID - Upaya pengelolaan sampah berbasis lingkungan terus digalakkan di Kabupaten Karangasem.
Tidak hanya menyasar instansi pemerintah dan kantor desa, kini Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem mulai mendorong sekolah-sekolah untuk turut berperan aktif melalui pembangunan teba modern sebagai sarana pengolahan sampah organik.
Plt Kepala Disdikpora Karangasem, I Made Kusuma Negara, menyampaikan apresiasinya terhadap sejumlah sekolah yang telah mengambil inisiatif membangun teba modern. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak dini di lingkungan pendidikan. "Kami sangat mendukung sekolah-sekolah yang sudah mulai membangun teba modern. Ini langkah konkret dalam pengelolaan sampah yang dihasilkan dari aktivitas harian di sekolah," ujarnya, Senin (1/9).
Lebih lanjut, Kusuma Negara mengimbau seluruh jenjang sekolah, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), agar dapat mengikuti jejak tersebut.
Ia menilai pengelolaan sampah organik menjadi aspek penting dalam menciptakan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. "Dengan adanya teba modern, sampah organik bisa diolah menjadi kompos. Sementara sampah non-organik dipilah dan disalurkan ke pihak pengelola," jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Abang, I Gede Mahendra, mengungkapkan bahwa sekolahnya telah lebih dulu mengimplementasikan sistem tersebut. Pihaknya membangun teba modern serta bak penampungan khusus untuk pengolahan sampah organik.
“Kami kelola sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Sedangkan untuk sampah plastik dan non-organik lainnya, kami bekerja sama dengan Yayasan Peduli Alam di wilayah Abang,” terang Mahendra. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana