SINGARAJA, BALI EXPRESS – Jalan raya Singaraja–Gilimanuk kembali memakan korban jiwa. Pada Senin (1/9) malam sekitar pukul 19.00 WITA, sebuah kecelakaan maut terjadi di Kilometer 67.800, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Peristiwa ini melibatkan sebuah truk besar yang tengah mogok dengan sepeda motor, hingga menewaskan seorang pengendara.
Korban diketahui bernama I Made Dwi Puja Astawa,40, warga Banjar Karang Sari, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Ia mengendarai sepeda motor berplat DK-5780-WB seorang diri dari arah barat menuju timur. Di jalur yang relatif lengang dan kondisi cuaca cerah, Astawa menabrak bagian belakang kanan truk bernomor polisi L-8340-US yang sedang berhenti karena mengalami kerusakan mesin.
Truk Hino berwarna kuning itu dikemudikan oleh Sigar Totok Tomastono,63, warga Banyuwangi, Jawa Timur. Saat kejadian, truknya terparkir menghadap ke timur di bahu jalan. Namun, entah karena kurang konsentrasi atau jarak pandang yang terbatas, sepeda motor korban menghantam keras bagian belakang truk tersebut.
Benturan itu membuat Astawa mengalami luka parah. Ia menderita patah tulang leher, cedera pada kaki kiri, serta cedera kepala berat. Meskipun sempat dibawa ke Puskesmas Gerokgak 2, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah Gerokgak yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Saat ini kasusnya masih dalam penanganan unit Laka Lantas Polres Buleleng,” ujarnya, Selasa (2/9).
Polisi juga sudah mendata kondisi kendaraan dan identitas para pihak yang terlibat. Sepeda motor yang dikendarai korban diketahui milik warga Jembrana, sedangkan truk Hino berkapasitas 9.419 CC itu terdaftar atas nama Widijowati Setiono, beralamat di Surabaya. Kerugian materiil akibat tabrakan ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Dari hasil olah tempat kejadian, polisi menyebutkan jalan yang dilalui merupakan jalan provinsi dengan kondisi beraspal, permukaan kering, serta tidak ada halangan pandangan. Artinya, faktor cuaca maupun kondisi jalan tidak menjadi pemicu utama. Diduga kuat kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengendara sepeda motor yang kurang hati-hati dan tidak memperhatikan situasi di depannya.
Baca Juga: Cemburu Buta, Pria di Buleleng Acungkan Golok ke Rival Asmara
Dalam insiden ini, polisi juga mencatat bahwa korban tidak membawa SIM, meski mengenakan helm dan membawa STNK. Sementara sopir truk, Sigar Totok Tomastono, memiliki SIM BII umum dan dalam kondisi sehat.
Dua orang saksi mata, yakni I Wayan Sawitra Yasa,43 dan Kadek Sukadana,46, yang sama-sama warga Kecamatan Gerokgak, memberikan keterangan kepada pihak berwajib terkait kronologi kejadian.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara di malam hari. Jalur Singaraja–Gilimanuk sendiri dikenal sebagai jalur padat yang rawan kecelakaan, terutama karena dilalui kendaraan besar seperti truk dan bus.
“Pengendara diharapkan selalu waspada, jaga jarak aman, dan perhatikan kondisi sekitar. Jangan sampai lengah karena satu detik saja bisa berakibat fatal,” tegas Iptu Yohana. ***
Editor : Dian Suryantini