Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PKHI Kota Denpasar Jalin Sinergi dengan Disdikpora Tangani Kesehatan Mental Anak dan Guru

Wiwin Meliana • Rabu, 3 September 2025 | 17:50 WIB

Ket foto Kiri ke kanan (I Nyoman Sudiasa, Sekretaris PKHI Bali, Agung Surya, Hubungan antar lembaga PKHI Denpasar, Dewa Ayu Raka Sunari Ketua DPC PKHI Denpasar)
Ket foto Kiri ke kanan (I Nyoman Sudiasa, Sekretaris PKHI Bali, Agung Surya, Hubungan antar lembaga PKHI Denpasar, Dewa Ayu Raka Sunari Ketua DPC PKHI Denpasar)

BALIEXPRESS.ID– Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Kota Denpasar menggelar audiensi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Ketua PKHI Kota Denpasar, I Dewa Ayu Raka Sunari, dan diterima langsung oleh Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Anak Agung Gede Wiratama, M.Ag.

Dalam pertemuan itu, Ketua PKHI Kota Denpasar menyampaikan tujuan kedatangan pihaknya, yakni agar PKHI dapat dilibatkan dalam penanganan masalah kesehatan mental siswa maupun guru di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Sosok Feby Belinda Istri Ahmad Sahroni, Dikenal Low Profil dan Jago Jualan

Menurutnya, dinamika di sekolah kian kompleks, mulai dari siswa yang ikut balapan liar, aksi demo, hingga terjerumus dalam kelompok genk motor. Kondisi ini sering kali berakar dari kurangnya perhatian orang tua di rumah.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Disdikpora Kota Denpasar menyambut baik inisiatif PKHI. Ia menegaskan, persoalan mental tidak hanya dialami siswa, melainkan juga guru. Bahkan, tahun lalu seorang guru dikabarkan mengakhiri hidupnya akibat masalah pribadi.

“Kami siap melibatkan PKHI untuk mendampingi siswa dan guru. Kalau memungkinkan, saat ada rapat orang tua juga bisa dibuatkan sesi hipnoterapi, karena pengasuhan anak lebih banyak dilakukan di rumah. Dengan begitu, orang tua tidak serta merta menyalahkan pihak sekolah atau guru,” ungkap Anak Agung Gede Wiratama.

Baca Juga: Selamat! Kontingen Bali Sabet 42 Medali di Fornas VIII NTB, 2 Medali Klasemen Disumbang ABI

Kepala Disdikpora menilai, dunia pendidikan saat ini sedang “tidak baik-baik saja”. Fungsi guru yang seharusnya mendidik kini lebih banyak terbatas pada peran mengajar. Kekhawatiran terhadap pengawasan dan pelaporan membuat banyak guru berhati-hati, bahkan ragu untuk menegakkan disiplin.

Padahal, menurutnya, pendidikan karakter siswa membutuhkan keseimbangan antara peran guru dan orang tua. “Guru hanya bertanggung jawab 7 jam selama siswa berada di sekolah. Selebihnya, pendidikan karakter sepenuhnya ada di tangan orang tua. Karena itu, sinergi guru dan orang tua sangat diperlukan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Disdikpora membuka ruang kolaborasi dengan PKHI, antara lain melalui kerja sama dengan Guru BK, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar), serta program pendidikan karakter lainnya.

PKHI juga akan diundang dalam pertemuan kepala sekolah se-Kota Denpasar untuk membahas strategi bersama mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang sehat secara mental dan emosional.

Baca Juga: Pemkab Bangli Hentikan Program Penuangan Eco Enzyme di Danau Batur, Lho Kok Bisa?

Ketua PKHI Kota Denpasar, I Dewa Ayu Raka Sunari, menyambut baik arahan tersebut. Ia menyatakan kesiapan PKHI untuk menurunkan timnya kapan saja dibutuhkan. “Kami sangat antusias mempersiapkan tenaga dan program agar dapat bersinergi dengan Disdikpora sesuai arahan Bapak Kadis,” ujarnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal konkret bagi PKHI Kota Denpasar untuk terlibat dalam upaya pembentukan karakter siswa serta pendampingan kesehatan mental guru, sekaligus menegaskan peran hipnosis modern sebagai salah satu metode pendukung dalam dunia pendidikan.

Editor : Wiwin Meliana
#anak #pkhi #kesehatan mental #disdikpora denpasar #guru