Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Doa Lintas Agama di Klungkung, Teguhkan Semangat Persatuan untuk Indonesia Damai

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 5 September 2025 | 03:13 WIB
HARMONI : Doa bersama lintas agama bertajuk “Indonesia Damai” digelar pada Kamis sore (4/9/2025).
HARMONI : Doa bersama lintas agama bertajuk “Indonesia Damai” digelar pada Kamis sore (4/9/2025).

BALIEXPRESS.ID – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung bersama Pemkab Klungkung dan Kemenag Klungkung menggelar doa bersama lintas agama bertajuk “Indonesia Damai” pada Kamis sore (4/9/2025).

Acara berlangsung di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai majelis agama.

Setiap majelis agama menghadirkan lima orang peserta dengan busana khas masing-masing, sekaligus memimpin doa sesuai ajaran agamanya.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan doa kebangsaan menjadi momentum penting untuk merawat persatuan di tengah perbedaan. “Gema kedamaian dari Kabupaten Klungkung ini bukti nyata bahwa persatuan bukan hanya slogan, melainkan nafas kehidupan sehari-hari yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Ketua FKUB Klungkung, I Gusti Made Warsika. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama menjaga kerukunan dan persaudaraan.

“Kami berharap suasana harmonis, solidaritas, serta semangat gotong royong terus terjaga, sehingga Klungkung tetap aman, damai, rukun, sejahtera, dan Mahottama,” katanya.

HARMONI : Doa bersama lintas agama bertajuk “Indonesia Damai” digelar pada Kamis sore (4/9/2025).
HARMONI : Doa bersama lintas agama bertajuk “Indonesia Damai” digelar pada Kamis sore (4/9/2025).

Sementara itu Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Klungkung, Widyanto Putra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kebersamaan umat beragama untuk menjaga kedamaian, khususnya pasca terjadinya aksi unjuk rasa di sejumlah daerah. Menurutnya, Klungkung tetap aman berkat persatuan masyarakat dan lembaga keagamaan.

“Melalui doa lintas agama ini, kami ingin menegaskan bahwa Klungkung menolak segala bentuk anarkisme. Kita semua bersatu padu untuk cinta damai, cinta NKRI, dan menjaga kerukunan. Momentum ini juga sejalan dengan perayaan HUT ke-80 RI,” ujarnya.

Doa bersama tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa keberagaman di Klungkung tidak memecah persatuan, melainkan memperkuat rasa kebangsaan. “Semoga Indonesia selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan masyarakat hidup rukun serta damai,” pungkasnya.

 

Selain Bupati dan Ny. Eva Satria, acara turut dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas ojek online GOSEMAR. Total sekitar 300 peserta ikut larut dalam doa bersama. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#damai #doa bersama #lintas agama #harmoni #fkub #indonesia #klungkung