Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dua Proyek Strategis Disetujui Presiden Prabowo, Klungkung Siap Genjot Infrastruktur

I Dewa Gede Rastana • Senin, 8 September 2025 | 19:21 WIB
JEMBATAN : Kondisi Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Ceningan dengan Nusa Lembongan, Desa Lembongan Kecamatan Nusa Penida, Klungkung akan segera memiliki
JEMBATAN : Kondisi Jembatan Kuning yang menghubungkan Nusa Ceningan dengan Nusa Lembongan, Desa Lembongan Kecamatan Nusa Penida, Klungkung akan segera memiliki

BALIEXPRESS.ID – Kabupaten Klungkung mendapat angin segar terkait pembangunan infrastruktur strategis setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyetujui dua proyek penting, yakni pembangunan Jembatan Ceningan–Lembongan serta Embung Tukad Unda.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klungkung I Made Jati Laksana menyampaikan, pembangunan Jembatan Ceningan–Lembongan akan mulai dilaksanakan pada 2026. Hal ini sesuai hasil rapat koordinasi terakhir bersama Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Rabu (3/9/2025).


“Informasi saat itu anggaran yang diusulkan kurang lebih Rp112 miliar. Kami di Pemerintah Kabupaten Klungkung sangat berterima kasih, akhirnya jembatan ini dapat terwujud setelah pengajuan proposal sejak tahun 2023,” ungkapnya Senin (8/9/2025).


Dengan adanya jembatan tersebut, akses transportasi dari Nusa Ceningan menuju Nusa Lembongan akan semakin lancar, termasuk dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, proyek Embung Tukad Unda senilai Rp60 Miliar akan langsung ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Bali–Penida (BWS-BP).


Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra juga menyambut baik persetujuan proyek strategis tersebut. Menurutnya, keberadaan Jembatan Ceningan–Lembongan akan menjadi pintu gerbang baru bagi perkembangan kawasan Nusa Ceningan.


“Jembatan ini akan memaksimalkan potensi Pelabuhan Bias Munjul yang selama ini belum beroperasi dengan baik karena keterbatasan akses kendaraan roda empat. Ke depan, dengan lancarnya arus transportasi Ceningan–Lembongan, pelabuhan tersebut bisa menjadi sentral boat bagi wisatawan yang menuju Lembongan maupun Jungutbatu,” jelasnya.


Ia menambahkan, kelancaran akses transportasi dan optimalisasi pelabuhan akan berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selama ini, potensi pungutan daerah belum maksimal karena wisatawan langsung masuk ke Jungutbatu atau Lembongan tanpa melalui pelabuhan representatif.


“Kami sangat bersyukur proyek strategis ini akhirnya disetujui, dan semoga tidak ada perubahan dalam pelaksanaannya,” pungkasnya.

Jembatan permanen Nusa Ceningan-Lembongan sendiri rencana dibangun dengan panjang 400 meter dan lebar 9 meter agar bisa dilalui kendaraan roda empat. Sedangkan saat ini Jembatan Kuning hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.  (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#jembatan #transportasi #nusa ceningan #strategis #embung #pupr #BWS #proyek