BALIEXPRESS.ID – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali, sejak Selasa (9/9/2025) pagi menyebabkan banjir di sejumlah titik dataran rendah.
Hujan deras yang turun tanpa henti membuat puluhan rumah warga, jalan raya, hingga fasilitas umum tergenang air.
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), banjir mulai melanda wilayah Jembrana pada Selasa sekitar pukul 23.00 Wita.
Beberapa kawasan terdampak parah yakni Jalan Gunung Semeru di Lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
Tidak hanya itu, Kelurahan Loloan Barat juga dilaporkan terendam.
Air tidak sekadar menggenangi jalan dan halaman rumah, namun juga masuk hingga ke dalam kamar warga.
Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Dauhwaru, tepatnya di belakang ruko Mie Gacoan.
Puluhan rumah dan kos-kosan terendam banjir, bahkan sepeda motor ikut terendam di dalam rumah. Banjir juga berdampak pada jalur utama Denpasar–Gilimanuk.
Luapan air sungai di Jembatan Sebual, Desa Dangin Tukad, membuat jalan nasional di KM 90–91 tak bisa dilewati.
Kapolsek Jembrana Ipda I Ngurah Agus Dwi Widiatmika membenarkan kondisi tersebut.
“Ketinggian air di KM 90–91 mencapai puncak pada Rabu (10/9) sekitar pukul 04.00 Wita. Air meluap ke jalan hingga setinggi lutut orang dewasa. Arus lalu lintas hanya diutamakan untuk kendaraan besar, sedangkan kendaraan kecil dan motor dihentikan sementara karena derasnya arus air dari utara,” jelasnya.
Situasi serupa juga terjadi di depan Asrama Yonif 741 Garuda Nusantara. Hingga Rabu (10/9/2025) pukul 05.00 Wita, banjir masih menggenangi jalan dengan ketinggian hampir selutut orang dewasa.
Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, menyebut arus lalu lintas terpaksa ditutup sementara dari dua arah.
“Arus lalin ditutup sementara, kami menunggu hingga ketinggian air surut dan aman dilewati,” ujarnya.
Selain banjir, cuaca ekstrem juga mengakibatkan pohon besar di dekat Pertamina Desa Kaliakah tumbang dan menutup akses jalan Denpasar–Gilimanuk.
Tim Reaksi Cepat BPBD Jembrana langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kalaksa BPBD Jembrana, Putu Agus Artana Putra, mengatakan pihaknya menghadapi kendala dalam proses penanganan karena akses jalan utama sebagian besar terendam banjir.
“Evakuasi pohon masih berlangsung. Kendala utama, banyak jalan dikepung banjir sehingga hanya bisa dilewati kendaraan double cabin,” ungkapnya.
BPBD Jembrana mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi banjir dan pohon tumbang. Hujan diprediksi masih terjadi hingga hari ini,” pungkas Agus Artana. (*)
Editor : I Made Mertawan