BALIEXPRESS.ID – Banjir yang melanda Bali pada Rabu (10/9) kemarin turut memengaruhi layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, mengungkapkan ada dua rumah sakit yang terkena dampak langsung, yakni RSUD Wangaya dan RS BMC Kuta.
“Saat ini kita ada Rumah Sakit kena dampak langsung yakni BMC Kuta terendam jadi sementara tutup dulu. Lalu pasien dirujuk ke Siloam sekarang mereka lagi bersih-bersih. Lalu RSUD Wangaya dampak di Gardu Listriknya jadi pemadaman untuk melayani pasien mereka pakasi Genset dulu dan karena tidak berfungsi dengan baik semua pasien bersifat emergency yang perlu operasi dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah. Selain dua RS itu sisanya aman,” jelas Gede Anom saat diwawancara di Posko Bencana Banjir di Banjar Tohpati, Kesiman Kertalangu, Kamis (11/9).
Selain penanganan rumah sakit, Dinkes Bali juga mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir.
Baca Juga: BNPB Ungkap 14 Korban Meninggal Akibat Banjir di Bali, Dua Masih dalam Pencarian
Anom menuturkan pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan di sejumlah posko pengungsian, dan ditemukan beberapa pengungsi mengalami demam serta ISPA.
“Walaupun tidak sakit pengungsi tetap dicek menghindari kalau ada dampak banjir. Banjirnya kan baru satu hari tidak berlarut-larut, kalau mereka berhari-hari di rumah mungkin saja kena dampak diare paling berat nanti leptospirosis kalau ada tikus,” imbuhnya.
Ia menegaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, lansia, dan ibu menyusui mendapat perhatian khusus agar asupan gizi serta kesehatannya tetap terjaga.
Para pengungsi juga diminta untuk tidak terburu-buru kembali ke rumah sebelum dilakukan pembersihan dari lumpur banjir.
Baca Juga: Tanggap Bencana Banjir Bali dan NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan
“Nanti di rumah dibekali juga yang belum sempat tidak bekerja tetap dijamin kedepannya,” paparnya.
Dinkes Bali memastikan setiap posko pengungsian sudah dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan pemeriksaan rutin bagi seluruh pengungsi, baik yang sakit maupun tidak.
“Tadi ada yang melapor demam sudah diperiksa dan ditangani dengan baik. Paling tidak psikis mereka sudah tertangani dengan baik tidak memikirkan macam-macam. Tetap cek kesehatan rutin kesehatan nadi, tensi keluhannya apa sesuai standarnya,” tutup Anom.(***)
Editor : Rika Riyanti