BALIEXPRESS.ID – Abrasi yang terjadi di Pantai Tegalbesar, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, semakin mengkhawatirkan. Kondisi bibir pantai kini kian mendekati bangunan TK Negeri dan SD Negeri 3 Negari dengan jarak sekitar 100 meter.
Perbekel Desa Negari I Gusti Ngurah Bagus Mahendra menjelaskan untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, Bupati Klungkung menginstruksikan agar penanganan segera dilakukan.
Menindaklanjuti hal tersebut, jajaran Dinas PUPR bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Bali telah melakukan survei ke lokasi abrasi pada Rabu (17/9/2025). “Ini saya baru pulang dari rapat setelah dihubungi oleh Pak Kabid PUPR bersama staff dari BWS survey lokasi abrasi pantai Tegalbesar,” ujarnya.
Kabid PUPR Klungkung yang hadir di lapangan menjelaskan, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah membuat sodetan atau pengalihan aliran sungai agar mengalir lurus ke pantai.
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi tekanan gelombang yang memperparah abrasi di wilayah tersebut. “Survey itu dilakukan menindaklanjuti proposal yang diajukan dan instruksi Pak Bupati agar segera membantu penanganan abrasi dengan membuat sodetan pengalihan aliran sungai lurus menuju pantai,” bebernya.
Selain mengancam fasilitas pendidikan, abrasi ini juga berpotensi mengganggu rencana penyelenggaraan Negari Culinary Festival yang dijadwalkan pada 22–23 November 2025 mendatang, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Event tersebut rencananya akan digelar di area sekitar pantai yang terkena abrasi, dengan panggung utama dan stand kuliner sudah mendapat izin penggunaan lahan dari pemiliknya.
Masyarakat berharap agar penanganan abrasi segera terealisasi, sehingga keberlangsungan sekolah serta rencana penyelenggaraan festival kuliner dapat berjalan aman dan lancar. “Karena kalau tidak segera diatasi, jarak abrasi semakin dekat dengan sekolah,” tandasnya. (*)