BALIEXPRESS.ID - Suasana duka menyelimuti Banjar Dinas Sila Gading, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Air mata keluarga tumpah tak terbendung ketika jenazah Komang Sasa Dwi Lestari, 26 tahun, tiba di rumah duka pada Rabu (17/9/2025) dini hari.
Komang Sasa adalah seorang pekerja migran Indonesia (PMI) mandiri yang merantau ke Turki sejak 2021 untuk bekerja sebagai spa therapist. Sayangnya, perantauan yang awalnya diwarnai harapan, justru berakhir dengan kabar duka. Ia dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu, 13 September 2025 di apartemennya di Istanbul.
Baca Juga: Wajah Plastik: Inovasi Kreatif Made Oplas dari Limbah Jadi Lukisan Bernilai Edukasi dan Seni Tinggi
Kabar kepergiannya datang bak petir di siang bolong bagi keluarga. Selama ini, mereka mengetahui bahwa kondisi Sasa sempat menurun, namun ia tetap memaksakan diri bekerja.
“Sakitnya katanya timbul tenggelam. Tapi anak ini memaksa tetap kerja. Bahkan sehari sebelum meninggal, ia masih kerja,” ujar Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Buleleng, Wayan Suarjana, saat mengunjungi rumah duka.
Menurut informasi yang diterima Disnaker, Sasa ditemukan meninggal di apartemennya. Dugaan sementara, penyakit yang ia derita kambuh saat hendak bekerja.
Suarjana menegaskan bahwa Komang Sasa tidak terdaftar dalam sistem ketenagakerjaan resmi pemerintah. Ia berangkat ke luar negeri secara mandiri dan nonprosedural, bukan melalui agen tenaga kerja legal.
Baca Juga: Perolehan Emas Karangasem di Porprov Bali Jauh dari Target, Dua Cabor Andalan Pulang Tanpa Medali
“Kalau berangkat lewat jalur resmi, ada perlindungan. Seandainya terjadi kecelakaan kerja atau meninggal, biaya pemulangan ditanggung oleh pihak agen atau asuransi. Tapi karena ini mandiri, awalnya semua beban ada di keluarga,” jelasnya.
Beruntung, solidaritas sesama PMI di Turki begitu tinggi. Mendengar kabar duka tersebut, rekan-rekannya bergerak cepat dan menggalang donasi gotong royong. Hasilnya, seluruh biaya pemulangan jenazah dari Turki ke Bali berhasil ditanggung oleh komunitas WNI di sana.
“Kami sangat bersyukur. Teman-teman almarhumah di Turki sangat membantu,” ujar salah satu anggota keluarga Sasa.
Jenazah Komang Sasa diterbangkan dari Istanbul menggunakan Turkish Airlines TK66 dan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa malam (16/9/2025). Proses pemulangan berjalan lancar dan jenazah dijadwalkan untuk dikebumikan di setra desa adat setempat pada Kamis (18/9/2025).
Komang Sasa merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Meskipun bukan tulang punggung utama keluarga, ia dikenal sebagai anak yang bertanggung jawab dan peduli.
Sebagian gajinya ia kirim untuk biaya sekolah adik-adiknya.
Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Pemerintah Buleleng kembali mengingatkan warga untuk tidak nekat berangkat secara nonprosedural, karena risiko dan dampaknya sangat besar.
.
Editor : Wiwin Meliana