BALIEXPRESS.ID- Dalam upaya mendorong pengelolaan limbah elektronik (e-waste) yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan, erafone meluncurkan program erafone Jaga Bumi.
Group Chief of HC , GA, Litigation & CSR Erajaya Group Jimmy Perangin Angin mengungkapkan, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi fondasi operasional perusahaan dan juga bentuk tanggung jawab jangka panjang.
Melalui erafone, Erajaya mengimplementasikan Extended Producer Responsibility (EPR) untuk memastikan produk dikelola hingga akhir siklus hidupnya.
Baca Juga: GEGER! Isu Perselingkuhan Seret Nama Irjen Krishna Murti, Kini Akun Instagram Mendadak Hilang
“Implementasi EPR yang kami terapkan adalah dengan langkah sederhana yaitu menyiapkan dropbox di toko-toko erafone. Konsumen bisa membawa perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai ke dropbox erafone Jaga Bumi. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga bersama-sama membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan. Erajaya Group ingin menjadi bagian dari solusi, menghadirkan perubahan positif tidak hanya bagi pelanggan kami, tetapi juga untuk masa depan bumi Indonesia,” ujar Jimmy saat konferensi pers Harmoni Bumi Bebas E-Waste di DenpasKamisar, Bali, (18/9).
Ia mengatakan Indonesia terus menghadapi tantangan serius terkait timbunan sampah elektronik (e-waste). Berdasarkan Global E-Waste Monitor 2024, produksi e-waste tumbuh lima kali lebih cepat dibandingkan kapasitas daur ulang dunia.
Baca Juga: Pendaftaran Seleksi Kadis dan Setingkatnya di Bangli Ditutup, Ini Daftar 21 Pelamar
Tren serupa juga terjadi di Indonesia, dengan timbunan e-waste diperkirakan naik dari 2,1 juta ton pada 2023 menjadi 4,4 juta ton di 2030. Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi lingkungan, kesehatan, dan masyarakat.
Jimmy menambahkan, program erafone Jaga Bumi secara nasional telah berhasil mengumpulkan 2.255 unit e-waste. Secara lingkungan, capaian ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 161.700 kg CO₂, penghematan energi sebesar ±301.261 kWh, serta pengurangan kebutuhan lahan TPA/landfill seluas 10 m².
“Angka-angka ini membuktikan bahwa langkah kecil dari konsumen, jika difasilitasi dengan benar, dapat memberikan dampak lingkungan yang signifikan dan terukur. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga bersama-sama membangun ekosistem pengelolaan e-waste yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan,” tegas Jimmy.
Baca Juga: Beredar Isu Massa Akan Geruduk Kejagung Desak Penangkapan Silfester Matutina
Sementara Head of Corporate and Marketing Communication Erajaya Group Stephen Warouw mengungkapkan, program erafone Jaga Bumi akan terus dilanjutkan pada tahun depan dan diharapkan bisa ditiru oleh pihak lain dalam mengelola sampah elektronik.
“Kampanye ini memang baru kami lakukan di tahun ini dan ternyata responnya sangat positif. Terbukti sudah lebih dari 2.000 e-waste yang berhasil kami kumpulkan yang setara dengan penghematan energi sekitar 300 ribu KwH. Tentunya kampanye ini akan terus kami lanjutkan, tidak hanya di Jakarta atau Bali tapi juga ke kota-kota lain,” jelas Stephen.
Baca Juga: Target Meleset! Kontingen Bangli Gagal Rebut 20 Emas Porprov Bali, tapi…
Stephen menambahkan, erafone juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas kampanye erafone Jaga Bumi. Selain itu, erafone juga mulai memperluas awareness kampanye Jaga Bumi ini di toko-toko erafone di wilayah lain di Indonesia. (Bay).
Editor : Wiwin Meliana