Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dipastikan Hadir, Menteri Agama Siap Resmikan Institut Mpu Kuturan, Dirjen Bimas Hindu Sebut Persiapan sudah Matang

I Putu Mardika • Jumat, 19 September 2025 | 19:49 WIB

 

Gladi  tarian pada Kamis (18/9) serangkaian acara launching Institut Mpu Kuturan oleh Menteri Agama RI
Gladi tarian pada Kamis (18/9) serangkaian acara launching Institut Mpu Kuturan oleh Menteri Agama RI
BALIEXPRESS.ID-Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dijadwalkan hadir langsung ke Singaraja serangkaian launching Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan pada Sabtu (20/9) siang.

Peresmian ini sebagai tindak lanjut atas perubahan status Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan. Perubahan status tersebut resmi ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2025.

Ketua Panitia Launching IMK, Wayan Supada, menjelaskan persiapan acara hingga Kamis 18 September 2025 pagi sudah mencapai 70 persen. Pemasangan dekorasi, penataan lokasi, serta persiapan teknis panggung dan protokol tengah dikerjakan.

“Hari ini targetnya bisa diselesaikan hingga 90 persen. Sisanya akan dimatangkan menjelang hari H. Semua tim panitia bekerja penuh untuk memastikan acara berjalan lancar,” ujar Supada.

Sejumlah persiapan penyambutan akan melibatkan seluruh sivitas akademika IMK. Mulai dari persiapan penyambutan tamu undangan, latihan untuk penampilan kesenian hingga prosesi penerimaan.

“Kehadiran Menteri Agama kami harap menjadi dorongan moral sekaligus pengakuan atas kerja keras persiapan yang telah kami lakukan,” imbuh Supada.

Sementara itu, Rektor IMK, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., menegaskan bahwa acara launching ini disiapkan secara khusus karena kehadiran Menteri Agama memiliki makna penting bagi perjalanan kampus.

“Secara khusus, Pak Menteri akan hadir. Beliau pernah berpesan saat saya dilantik sebagai rektor, akan berusaha hadir di momentum bersejarah ini,” kata Suwindia.

Menurut Suwindia, launching institut bukan sekadar seremoni perubahan nama, melainkan momentum strategis untuk menguatkan posisi IMK sebagai pusat pendidikan tinggi Hindu di Bali Utara.

Status institut akan membuka ruang lebih luas untuk pengembangan program studi, peningkatan kapasitas riset, dan perluasan jejaring akademik.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat Buleleng yang selama ini mendukung perkembangan kampus,” katanya

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. Nengah Duija, M.Si yang hadir menyempatkan diri untuk memberikan pembinaan serangkaian acara launching pada Kamis (18/9) mengapresiasi segala bentuk persiapan yang telah dilakukan.

Dirjen Bimas Hindu, Prof Duija (kanan) didampingi Rektor IMK, Prof Suwindia saat memberikan pengarahan serangkaian lauinching IMK pada Sabtu (20/9) oleh Menteri Agama RI
Dirjen Bimas Hindu, Prof Duija (kanan) didampingi Rektor IMK, Prof Suwindia saat memberikan pengarahan serangkaian lauinching IMK pada Sabtu (20/9) oleh Menteri Agama RI

Prof. Duija menyebut pihaknya terus berkomunikasi secara intens dengan protokoler Menteri Agama terkait kehadirannya ke Institut Mpu Kuturan dalam rangka launching transformasi dari Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAHN) menuju Institut Mpu Kuturan.

“Astungkara Beliau (Menag, Red) hadir. Ini momen yang kita tunggu, agar seluruh proses yang mentransformasi dari sekolah tinggi menjadi institute selesai secara hukum, sosiologis dan faktual sebagai pengakuan terhadap umat Hindu oleh pemerintah,” paparnya.

Prof Duija berharap, agar seluruh elemen masyarakat terutama di Bali Utara bisa mensukseskan dan mendukung seluruh rangkaian peresmian IMK.

“Kalau melihat persiapan secara material sudah cukup, yang penting, peresmian bisa berjalan secara lancar, yang penting peresmian bisa berjalan lancar dan sesuaikan,” singkatnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#KH Nasaruddin Umar #Nengah Duija #Institut Mpu Kuturan #menteri agama #Dirjen Bimas Hindu #launching