BALIEXPRESS.ID - Festival Barong di DTW Pura Taman Ayun, Kecamatan Mengwi kembali digelar pada Sabtu (27/9).
Festival kali ini menghadirkan masing-masing 21 peserta bapang barong dan penabuh kendang.
Selain itu ada juga penampilan superstar bapang barong.
Baca Juga: Bima Nata Klarifikasi Tantangan Naik Ring, Berawal Dari Postingan Mobil, Banjir, Hingga Akhirnya
Taman Ayun Barong Festival ini merupakan sebuah komitmen dari Ida Cokorda Mengwi XIII untuk secara berkesinambungan melestarikan dan memperkuat kebanggaan generasi penerus akan Warisan Budaya yang Adi Luhung.
Ketua Panitia Pelaksana Taman Ayun Barong Festival I Gusti Agung Bagus Mantra mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya, dan merupakan sebuah komitmen dari Ida Cokorda Mengwi XIII.
Festival barong terselenggara atas kerjasama antara Puri Ageng Mengwi dengan Pemkab Badung serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Empat Perupa Perempuan Pamerkan 'Sayap yang Tak Terlihat – Rupanjali' di Gianyar
“Taman Ayun Barong Festival ini merupakan festival Ke-8, ini merupakan sebuah penyelenggaraan budaya yang bersifat pelestarian warisan budaya yang adi luhung, dengan semangat penyatuan warisan budaya yang telah ditetapkan oleh UNESCO yaitu kesenian Barong dan Pura Taman Ayun dipersembahkan dalam sebuah balutan festival dan menjadikan sebuah peristiwa budaya yang sangat spesial dan memiliki arti mendalam," ungkap Bagus Mantra.
Pihaknya menyebutkan, ada dua konsep kegiatan, antara lain regenerasi untuk menjaring seniman anak-anak penari barong buntut dan penabuh kendang.
Peserta yang akan berkompetisi masing-masing 21 orang penari Barong dan 21 penabuh kendang.
Baca Juga: Ratusan Warga Ikuti Jalan Santai Meriah Peringati HUT PMI ke-80
Konsep kedua, yakni penari Barong Ket yang pernah meraih juara dan penabuh Kendang berprestasi dengan konsep Superstars.
“Mereka semua ini sudah dikurasi dan dikumpulkan serta dipentaskan dalam suasana perang bintang yang luar biasa, serta konsep superstars ini kolaborasi penampilan Tari Bojog (monyet) dan Tari Tedung (Payung),” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba, mewakili Bupati Badung dirinya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada panitia dan peserta festival barong.
Terlebih kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap warisan budaya leluhur.
“Bapang Barong bukan hanya sekedar pertunjukan seni, tetapi juga merupakan ekspresi jiwa masyarakat sebagai simbol kekuatan budaya lokal yang harus kita jaga untuk dilestarikan dan dikembangkan,” ujar Surya Suamba.
Pihaknya berharap, melalui festival ini generasi muda semakin mengenal dan mencintai seni tradisional, serta tradisi budaya daerah.
Terlebih hal ini memberi dampak ekonomi yang positif, begitu juga budaya adalah jembatsn persatuan dan kesatuan masyarakat.
“Untuk itu pada kesempatan ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung kegiatan pelestarian budaya, karena ini adalah pondasi kuat dalam membangun jati diri bangsa,“ paparnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga