BALIEXPRESS.ID– Media sosial TikTok kembali dihebohkan dengan kemunculan akun viral bernama @gung.ayu32, yang belakangan diduga menggunakan identitas palsu untuk meraih popularitas.
Sosok di balik akun ini, yang menyebut dirinya sebagai Gung Ayu, kini tengah disorot setelah dituding menggunakan wajah orang lain untuk membangun persona daring.
Baca Juga: Ini Alasan Bimanata Lebih Suka Posting Mobil hingga Ayam Ketimbang Kinerja di Media Sosial
Akun TikTok @gung.ayu32 sempat mencuri perhatian publik dengan klaim memiliki kemampuan meramal masa depan.
Dengan lebih dari 50,3 ribu pengikut, Gung Ayu kerap membagikan video-video ramalan yang disebut-sebut “selalu tepat” oleh sebagian pengikutnya.
Namun, ketenaran akun tersebut kini berubah menjadi kontroversi. Seorang warganet bernama Tata (Tegal Pride) mengungkap bahwa wajah yang digunakan oleh akun Gung Ayu ternyata adalah wajahnya sendiri, yang telah diedit dan digabungkan dengan tubuh orang lain.
Dalam serangkaian unggahan yang viral di TikTok dan Instagram, Tata membeberkan bahwa dirinya telah mencoba menghubungi akun tersebut dan meminta klarifikasi.
Namun, alih-alih mendapat jawaban, Tata justru mengaku diblokir oleh akun Gung Ayu.
Baca Juga: Dihujat Netizen Usai Pernyataan ‘Bukan Dapil Saya’ Bimanata Beri Klarifikasi
“Itu muka saya yang dipakai. Sudah saya ingatkan baik-baik, malah diblok,” ungkap Tata dalam salah satu videonya yang kini viral.
Kontroversi ini memicu reaksi luas di media sosial. Banyak netizen merasa tertipu dan menyayangkan jika benar akun tersebut dibangun dengan identitas palsu.
Sejak tudingan tersebut ramai diperbincangkan, akun @gung.ayu32 mendadak menghilang dari TikTok pada Sabtu, 27 September 2025.
Hingga saat ini, akun tersebut tidak dapat ditemukan, memunculkan dugaan bahwa pemilik akun telah menonaktifkan atau menghapus akunnya setelah terbongkar.
Belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang mengaku sebagai Gung Ayu.
Baca Juga: Cerita Bimanata Sempat Ditegur Giri Prasta soal Perseteruan dengan Aan Nugros
Kasus ini juga memunculkan diskusi tentang pentingnya verifikasi identitas di platform digital, terutama bagi akun-akun yang mengklaim memiliki “kemampuan spiritual” dan berinteraksi dengan ribuan pengikut.
Editor : Wiwin Meliana