BALIEXPRESS.ID – Rencana PT Bhukti Mukti Bhakti (BMB), perusahaan daerah Pemkab Bangli, menggandeng investor PT GMS Invest International untuk mengembangkan wisata di Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, menjadi perhatian dari DPRD Bangli.
Proyek wisata ini mencakup pengoperasian kapal pesiar, kereta wisata listrik, sky capsule, dan rail bike.
Kehadiran investasi tersebut diharapkan memberi nilai tambah, tetapi juga menimbulkan sejumlah catatan penting dari wakil rakyat.
Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Carles mengingatkan Pemkab Bangli agar tidak hanya terpaku pada potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menilai ada hal-hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam kerja sama itu, misalnya terkait kesucian Danau Batur.
Menurutnya, setiap kebijakan harus melihat keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan nilai budaya masyarakat.
Carles menegaskan, bagi masyarakat Bali, Danau Batur merupakan kawasan suci.
Danau ini bahkan masuk dalam visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yakni Danu Kertih.
Masyarakat di sekitar Danau Batur, bahkan desa-desa lain di Bali, rutin menggelar upacara penyucian secara niskala, seperti mulang pakelem atau bentuk lainnya.
Hal ini harus benar-benar diperhatikan. "Jangan hanya melihat keuntungan tanpa melihat itu,” tegas Carles pada Minggu (28/9/2025).
Selain aspek niskala, Carles juga menyoroti sisi sekala terkait potensi dampak lingkungan.
Ia mempertanyakan siapa yang bisa menjamin aktivitas wisata itu tidak menimbulkan pencemaran, meski investor mengklaim unit usahanya yang dijalankan ramah lingkungan.
Menurutnya, risiko pencemaran tetap harus diantisipasi. “Siapa yang menjamin investor tidak membuang limbah ke danau?” tanya politikus Partai Demokrat asal Desa Batur ini.
Oleh karena itu, ia meminta agar sebelum MoU dilanjutkan lebih jauh, perlu ada pelibatan tokoh adat dan pemuka agama yang memahami aspek kesucian secara niskala.
Pihak berkompeten di bidang lingkungan juga harus dilibatkan agar rencana besar tersebut tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Sebagai pembanding, Carles menyinggung pengalaman dengan investasi PT Tanaya Pesona Batur di kawasan Wisata Alam Bukit Gunung Batur Bukit Payang yang hingga kini masih menyisakan masalah dengan sejumlah warga.
“Lebih baik pahit di awal ketimbang nanti bermasalah,” saran Carles.
Carles juga menegaskan akan membawa persoalan ini ke lembaga dewan.
Tidak menutup kemungkinan digelar rapat kerja DPRD bersama BMB dan pihak terkait. Carles ingin ada penjelasan secara detail dari BMB.
Seperti diketahui, PT BMB secara resmi menandatangani MoU dengan PT GMS Invest International, di Ruang Rapat Bupati Bangli pada Jumat (26/9/2025) lalu.
MoU ini untuk memberikan pengalaman pariwisata baru kepada wisatawan yang berkunjung ke wilayah Kintamani melalui pengoperasian kapal pesiar dan olahraga air bertenaga listrik, kereta wisata listrik, sky capsule, dan rail bike di Danau Batur.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Baginya, kerja sama ini adalah bukti bahwa Bangli memiliki potensi yang menarik bagi investor.
“Tentunya kami menyambut baik kerja sama ini karena investasi yang ditawarkan ramah lingkungan yakni Kapal pesiar bertenaga terbarukan seperti hidrogen, gas alam cair (LNG), dan energi surya,” kata Sedana Arta.
Setelah penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan diskusi antara kedua belah pihak untuk membahas langkah-langkah implementasi selanjutnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan pariwisata di Kabupaten Bangli. (*)
Editor : I Made Mertawan