BALIEXPRESS.ID– Sebanyak 32.083 siswa dari 413 sekolah di Kabupaten Tabanan, Bali, masih belum mendapatkan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Angka ini setara dengan 42,63 persen siswa yang belum merasakan manfaat program, meski pemerintah telah menyalurkan MBG kepada 43.168 siswa di 268 sekolah.
Sekretaris Daerah Tabanan, I Gede Susila, bersama Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan MBG, terus mendorong percepatan program agar seluruh anak memperoleh akses makan bergizi.
Susila dikonfirmasi pada Senin (29/9/2025) mengakui pencapaian ini merupakan Langkah awal yang baik untuk merealisasikan program MBG ini.
Untuk selanjutnya pemkab Tabanan berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan program MBG.
Pemkab Tabanan menargetkan perluasan layanan MBG ke sekolah-sekolah dan kecamatan yang belum terjangkau, sehingga lebih banyak siswa, yang dapat memperoleh akses gizi yang memadai untuk mendukung kualitas Pendidikan.
“Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendorong percepatan agar seluruh anak didik kita bisa mendapatkan asupan gizi yang layak, sehingga tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Tabanan, I Gede Urip Gunawan menjelaskan selain program MBG yang menyasar siswa, Pemkab Tabanan juga program MBG juga menjangkau kelompok rentan lainnya.
Dari total 4.228 ibu hamil, telah terlayani 223 orang (5,27 persen). “Dari total 3.082 ibu menyusui, 900 orang (29,20 persen) yang sudah mendapatkan layanan. Sementara itu, dari 20.755 balita, 1.470 orang (7,08 persen) yang terlayani program ini,” jelasnya.
Dilanjutkan Urip, dalam menjalankan program ini, Pemkab Tabanan sudah ada 15 unit Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari kebutuhan ideal 36 unit.
Dari jumlah tersebut, 14 unit sudah beroperasi, sementara 21 unit sisanya masih perlu dipenuhi.
SPPG yang sudah tersedia tersebar di enam kecamatan, yakni Selemadeg Timur, Selemadeg, Tabanan, Kerambitan, Kediri, dan Pupuan.
Sedangkan empat kecamatan lainnya, yakni Selemadeg Barat, Baturiti, Marga, dan Penebel, masih belum memiliki layanan SPPG.
“Kami terus berupaya mempercepat pemenuhan kebutuhan ini agar seluruh kelompok sasaran, terutama siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, bisa segera merasakan manfaat program MBG,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan