Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Disel Astawa Pertanyakan Pembongkaran Tembok GWK Hanya Sebagian: Kalau Ada Niat Tulus Geser ke Timur

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:12 WIB

Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa.
Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa.

BALIEXPRESS.ID - Manajemen GWK Cultural Park akhirnya membongkar tembok yang menutup akses warga Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Rabu (1/10).

Hanya saja proses pembongkaran ini masih meninggalkan tanda tanya.

Terlebih dari 1,8 Km panjang tembok, dibongkar hanya yang menutup akses warga di Jalan Maghada.

Baca Juga: Wabup Klungkung Dorong Normalisasi Sungai Candi Gara Demi Keselamatan Warga

Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa saat ditemui pun menyayangkan hal tersebut.

Ia mempertanyakan, kenapa tidak seluruh tembok dibongkar oleh manajemen GWK.

“Kita tanya kepada perwakilan manajemen GWK disini dibilang pembongkaran hanya sebatas pintu-pintu rumahnya masyarakat itu saja. Seharusnya pembongkaran dan penggeseran pagar tembok itu sudah secara menyeluruh dilakukan yang ada di barat menuju Pura Pengulapan,” ujar Disel Astawa.

Baca Juga: Diduga Hendak Mencuri di Pura, Seorang Pria Diamankan Warga di Kerobokan, Nyaris Diamuk Massa

Pihaknya menyebutkan, sesuai fakta berdasarkan data yang dimiliki tembok tersebut berdiri di atas jalan.

Untuk itu tembok tersebut seharusnya dipindahkan atau dibongkar.

Jika ingin membangun tembok diharapkan dilakukan di di timur dari Jalan Maghada.

Baca Juga: Belum Menyeluruh, Warga Minta GWK Tuntaskan Pembongkaran Tembok Penghalang

“Jadi kalau memang ada kesepakatan dan niat yang tulus, sekalian geser tembok itu ke timur dan ke utara. Sehingga jalan yang selama ini dirasakan secara turun temurun dirasakan oleh masyarakat ikut biar ada di luar kawasan GWK,” ungkapnya.

Selain merupakan akese umum, jalan tersebut juga menghubungkan ke SD 8 Ungasan sebelum adanya GWK.

Untuk itu dirinya meminta ada surat kesepakatan yang jelas antara pemerintah dengan manajemen GWK.

“Walaupun sudah sepakat pihak manajemen GWK (membongkar) tapi Bupati Badung dan Gubernur Bali harus membuatkan suatu perjanjian yang jelas kepada masyarakat agar tidak di kemudian hari itu terjadi persoalan ini terulang kembali,” paparnya.

Meski demikian, Wakil Ketua I DPRD Bali ini tetap mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengawal permasalahan tersebut.

Terutama Gubernur Bali, Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, DPRD Bali dan DPRD Badung.

Begitu juga seluruh elemen masyarakat yang memberikan dukungan sehingga pembongkaran dapat dilaksankan.

Hanya saja kini diharapkan pemobgkaran dapat dilakukan di selurub tembok. “Kami harap seminggu sudah clear lah urusan itu, kalau memang ada niatan baik,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#Kuta Selatan #ungasan #tembok #gwk #disel astawa