BALIEXPRESS.ID - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Senin (6/10) menghadiri sekaligus melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Pujawali di Pura Dang Kahyangan Taman Sari, Banjar Alangkajeng, Desa Mengwi.
Pada kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan dana hibah APBD perubahan Tahun 2025 sebesar Rp 377 juta kepada Kelian Banjar Adat Alangkajeng.
Upacara dihadiri pula oleh Ida Cokorda Mengwi XIII beserta Ida Istri Mengwi, anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Mengwi I Nyoman Suwarjana, Bendesa Adat Mengwi Ida Bagus Oka, serta tokoh masyarakat dan perangkat desa lainnya.
Baca Juga: Danamon Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Denpasar
Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengungkapkan, yadnya memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial, yakni memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan.
Bupati Adi Arnawa juga menyoroti perubahan budaya dan tantangan demografi. Menurut hasil riset, jumlah keturunan Ketut di Bali terus menurun dan kini hanya sekitar 4 persen dari populasi.
Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa mempengaruhi keberlanjutan generasi.
Baca Juga: Vila Diduga Melanggar Sempadan Sungai, DPRD Badung Desak Pembongkaran
“Budaya tetap ada, yang berubah adalah manusianya. Kita harus hati-hati menyikapi perubahan ini agar nilai luhur tetap lestari. Lihatlah Jepang, negara maju kini justru memberi insentif agar warganya memiliki anak karena jumlah penduduk usia produktif menurun drastis. Ini pelajaran berharga bagi kita,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengingatkan, permasalahan banjir yang akhir-akhir ini melanda Badung.
Termasuk Mengwi, tidak hanya dipicu curah hujan tinggi tetapi juga akibat pendangkalan sungai karena sedimentasi dan sampah.
Baca Juga: DPRD dan Eksekutif Sepakat, KUA-PPAS Buleleng 2026 Siap Ditetapkan
Pemkab Badung telah melaksanakan program normalisasi dan pengerukan sungai.
Namun, keberhasilan program ini tidak akan maksimal tanpa partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan berhenti membuang sampah sembarangan.
“Kapasitas sungai yang semula lima meter kini hanya sekitar 2,5 meter. Akibatnya, saat hujan deras, air cepat meluap, apalagi jika ada sampah yang menyumbat aliran. Banjir pasti tidak bisa dihindari,” tegasnya.
Dalam bidang pendidikan, Bupati Adi Arnawa melalui programnya berkomitmen memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa dengan nama Nyoman dan Ketut untuk melanjutkan jenjang pendidikan S1 mulai tahun 2026.
Program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan akses pendidikan dan memperkuat keberlanjutan demografi Bali.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah agar pendidikan dapat dinikmati merata dan tidak ada yang tertinggal. Pemerintah tidak hanya mengurus infrastruktur, tetapi juga mendukung yadnya, budaya, dan pendidikan generasi muda,” pungkasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga