Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalur Ekstrem Panji–Sambangan Buleleng Sering Picu Kecelakaan, Dishub Kirim Surat ke Google

Dian Suryantini • Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:40 WIB

 

Pemasangan imbauan di jalur Panji-Sangket menindaklanjuti kejadian laka lantas yang sering terjadi di jalur tersebut. 
Pemasangan imbauan di jalur Panji-Sangket menindaklanjuti kejadian laka lantas yang sering terjadi di jalur tersebut. 

BALIEXPRESS.ID — Sejumlah kecelakaan terjadi di jalur penghubung Desa Panji–Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng resmi mengirim surat ke Google.

Dishub Buleleng meminta agar rute tersebut ditutup dari layanan navigasi Google Maps.

Jalur Panji–Sambangan dikenal ekstrem, sempit, curam, dan berliku. Belakangan sering dilalui kendaraan besar.

Jalur ini dianggap sebagai alternatif tercepat menuju Denpasar dari arah Jawa. Akibatnya, rentetan kecelakaan tak terhindarkan.

Peristiwa paling tragis terjadi pada Rabu (1/10/2025) lalu. Sebuah mobil pikap yang membawa muatan berat tak kuat menanjak di salah satu tikungan curam.

Kendaraan itu mundur, terguling, lalu menimpa pengendara sepeda motor yang melintas di belakangnya. Satu orang meninggal dunia di tempat.

Kepala Dishub Buleleng, Gede Gunawan AP, mengatakan sebagian besar kecelakaan di jalur tersebut melibatkan kendaraan pengangkut barang berukuran besar.

“Rata-rata sopir truk baru pertama kali lewat sini. Mereka mengikuti rekomendasi Google Maps karena dianggap sebagai jalur tercepat. Padahal, medan di sana sangat ekstrem dan tidak cocok untuk kendaraan besar,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Gunawan menegaskan, jalur Panji–Sambangan sebenarnya merupakan jalan kabupaten yang didesain untuk kendaraan kecil dan warga sekitar, bukan untuk truk besar atau mobil bermuatan berat. 

“Ini memang jalur alternatif menuju Denpasar, tapi kami tidak merekomendasikan untuk kendaraan besar. Kami sudah bersurat ke Dinas Kominfo Buleleng agar diteruskan ke pihak Google supaya aksesnya ditutup di aplikasi karena berbahaya,” jelasnya.

Sebagai langkah cepat, Dishub telah memasang sejumlah spanduk peringatan di beberapa titik strategis sepanjang jalur tersebut.

Spanduk berisi imbauan agar pengemudi kendaraan besar tidak melintas, serta peringatan bahwa medan jalan curam dan sempit. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.

“Selain melalui surat resmi ke Google, kami juga berupaya mengedukasi masyarakat dan sopir logistik agar tidak mengandalkan sepenuhnya aplikasi peta tanpa memahami kondisi lapangan. Tidak semua jalur yang tampak pendek di peta itu aman untuk dilalui,” tambah Gunawan.

Dishub Buleleng mencatat, jalur Panji–Sambangan bukan satu-satunya yang berisiko tinggi di wilayah itu.

Sejumlah rute lain juga telah dipetakan sebagai jalur berbahaya, seperti Sambangan–Sangket di Kelurahan Sukasada dan jalur Tigawasa–Lovina yang memiliki medan serupa: tanjakan curam dan tikungan tajam.

“Seluruh jalur itu sudah kami usulkan agar ditandai sebagai jalur tidak direkomendasikan di aplikasi peta digital. Kami harap ada perhatian dari pihak platform navigasi, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar Gunawan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#kecelakaan #google maps #jalur ekstrem #buleleng